Orideknews.com, MERAUKE – Keseriusan petani lokal Orang Asli Papua (OAP) dalam mendukung program swasembada pangan serta menjadikan Kabupaten Merauke sebagai kawasan lumbung pangan nasional semakin nyata.

Hal tersebut dibuktikan melalui kegiatan panen raya perdana yang dilaksanakan di lahan cetak sawah Kampung Isanombias, Distrik Tanah Miring, Provinsi Papua Selatan.
Panen raya ini menjadi momentum penting dalam pengembangan sektor pertanian berbasis masyarakat lokal, khususnya OAP, yang selama ini turut berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa swasembada pangan Papua merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional tanpa ketergantungan antarwilayah.
“Mimpi kita adalah menjadikan Papua mandiri pangan, karena itu Papua diproyeksikan mulai mandiri pangan pada tahun 2027 dan sepenuhnya sejajar dengan pulau-pulau lain di Indonesia,” kata Amran
Sejalan dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan komitmennya mendorong pertanian berkelanjutan di tanah Papua.
Menurutnya Pemanfaatan potensi alam papua harus diiringi dengan strategi pemberdayaan masyarakat yang tepat.
Kegiatan panen raya tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Merauke, Yoseph Bladip Gebze; didampingi Penanggung jawab Swasembada Pangan Papua Selatan, O’eng Anwarudin; Dandim 1707/Merauke, Letkol CZI Dilli Eko Setyawan, Kepala Dinas Tanaman Pangan; Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) Kabupaten Merauke, Josefa Rumaseuw; Kepala Distrik Tanah Miring; Kepala Kampung Isanombias; Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL); Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan); Babinsa; serta pemilik lahan Romundus Ndiken.
Lahan tersebut merupakan garapan Brigade Pangan Dona Makmur, yang menjadi salah satu Brigade Pangan milik masyarakat OAP di Distrik Tanah Miring.
Pj. Swasembada Pangan Papua selatan, O’eng anwarudin menyampaikan bahwa total luas lahan yang dipanen pada kegiatan ini mencapai 4 hektare, dengan hasil panen rata-rata berkisar antara 1,5 hingga 2 ton per hektare.
“Ini merupakan panen perdana dari program CSR dilokasi ini yang dimulai pada pertengahan tahun 2025. Dan untuk awal tanamnnya diakhir bulan Oktober 2025,” sebut O’eng
“Melalui kegiatan panen raya ini, diharapkan semangat dan partisipasi aktif petani OAP terus meningkat, sehingga Kabupaten Merauke semakin kokoh sebagai salah satu sentra produksi pangan utama di wilayah timur Indonesia,”harapnya. (MRN/RR/ON).




