Top 5 This Week

Related Posts

Cakupan ORI Campak Rubella Capai 99 Persen, Dinkes Papua Barat dan Fakfak Intensifkan Pemantauan Pasca Imunisasi

Orideknews.com, Manokwari, – Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi respons Kejadian Luar Biasa (KLB) campak rubella di wilayah prioritas Provinsi Papua Barat menunjukkan hasil menggembirakan.

Hingga hari ke-9 pelaksanaan pada 29 April 2026, cakupan imunisasi di Kabupaten Fakfak dan Teluk Wondama berhasil mencapai 99 persen dari total sasaran anak usia 9 hingga 59 bulan.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Husein Lie, S.Kep, M.M.Kes, saat menyampaikan perkembangan pelaksanaan ORI campak rubella yang berlangsung sejak 21 April 2026.

Menurut Husein, keberhasilan ini tidak terlepas dari strategi jemput bola yang diterapkan petugas kesehatan melalui pelayanan vaksinasi di pos-pos yang telah ditentukan, serta penyisiran langsung ke rumah-rumah warga untuk memastikan seluruh sasaran mendapatkan imunisasi.

“Pendekatannya dilakukan melalui pelayanan vaksinasi di pos-pos yang telah ditentukan, sekaligus sweeping ke rumah-rumah untuk memastikan seluruh anak usia 9 sampai 59 bulan yang menjadi sasaran bisa menerima vaksin campak rubella,” ujarnya.

Ia menjelaskan, target minimal cakupan ORI yang ditetapkan secara nasional adalah 95 persen dari total sasaran. Hingga akhir tahap pertama pelaksanaan, seluruh lokus prioritas di Kabupaten Fakfak berhasil melampaui target tersebut.

Di Kabupaten Fakfak, ORI dilaksanakan pada empat lokus prioritas di wilayah kerja Puskesmas Sekban dengan total sasaran 1.463 anak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.450 anak telah mendapatkan imunisasi atau mencapai 99 persen.

Secara rinci, Kelurahan Dulanpokpok mencapai 100 persen dengan 367 anak tervaksin dari 367 sasaran, Kampung Tanama 100 persen dengan 220 anak tervaksin, Kelurahan Wagom 98 persen dengan 615 anak tervaksin dari target 628 anak, serta Kelurahan Wagom Utara 100 persen dengan 248 anak tervaksin.

“Alhamdulillah pada hari ke-9 seluruh target di Fakfak dapat tercapai dengan sangat baik. Ini menunjukkan koordinasi lapangan berjalan efektif meskipun petugas harus melakukan penyisiran intensif untuk menemukan sasaran,” kata Husein.

Meski target cakupan telah tercapai, Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak tetap mengintensifkan pemantauan pasca imunisasi untuk memastikan kondisi kesehatan anak-anak tetap terpantau.

“Khusus untuk pasca imunisasi, kami akan terus memantau kondisi anak-anak setelah pemberian vaksin campak rubella. Ini penting untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan efektif,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Billy Makamur, S.KM, menjelaskan secara keseluruhan pelaksanaan ORI Campak Rubella di Kabupaten Teluk Wondama dan Fakfak mencatat total sasaran 3.166 anak, dengan realisasi imunisasi terhadap 3.141 anak atau mencapai 99 persen.

Ia mengatakan kegiatan ORI yang berlangsung pada 21–30 April 2026 merupakan bagian dari upaya penanggulangan KLB campak yang saat ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Meskipun capaian telah melampaui target nasional, pelayanan imunisasi tetap dilanjutkan untuk memastikan seluruh sasaran yang belum terjangkau segera mendapatkan imunisasi,” ujarnya.

Billy mengaku, secara keseluruhan cakupan ORI Campak Rubella di wilayah intervensi Papua Barat telah melampaui target minimal 95 persen yang ditetapkan pemerintah pusat.

Berbagai strategi diterapkan untuk mendukung keberhasilan program tersebut, mulai dari pelayanan imunisasi di posyandu dan fasilitas kesehatan, kunjungan rumah (door to door), mobilisasi masyarakat melalui promosi kesehatan, hingga koordinasi lintas sektor sampai tingkat kampung.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga yang telah mendukung pelaksanaan program imunisasi.

“Kami mengapresiasi capaian Kabupaten Fakfak dan Teluk Wondama yang telah melampaui target. Namun upaya imunisasi harus terus dilanjutkan hingga seluruh sasaran benar-benar terlindungi,” terangnya.

Selain tenaga kesehatan, pelaksanaan imunisasi turut melibatkan pemerintah kelurahan dan distrik, kepala kampung, RT/RW, tokoh agama, hingga tenaga pendidik di tingkat TK dan PAUD.

Menurut Billy, keterlibatan guru sangat membantu dalam memberikan edukasi kepada orang tua terkait pentingnya imunisasi.

“Guru-guru membantu menyampaikan informasi kepada orang tua, sehingga mereka memahami pentingnya membawa anak untuk imunisasi campak ORI,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, lanjut Billy terus mengimbau masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak usia 9 hingga 59 bulan, agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi campak rubella.

Menurut Billy, imunisasi merupakan langkah paling efektif untuk melindungi anak dari penyakit campak yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius bahkan kematian.

“Kami terus mengintensifkan promosi kesehatan di kampung-kampung guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit campak,” katanya.

Pelaksanaan ORI ini juga merupakan tindak lanjut kebijakan kewaspadaan dini yang merujuk pada Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/C/1077/2026 tentang kewaspadaan dini terhadap peningkatan kasus dan KLB campak, serta Surat Dinas Kesehatan Papua Barat Nomor 400.7.7.1/0400/DK-PB/IV/2026 tertanggal 8 April 2026. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles