Top 5 This Week

Related Posts

Pengendalian Malaria di Wondiboi-Wasior, Dinkes Papua Barat dan Teluk Wondama Semprot 189 Rumah

Orideknews.com, Teluk Wondama Upaya pengendalian malaria di Kabupaten Teluk Wondama terus diperkuat melalui pelaksanaan Indoor Residual Spraying (IRS) atau penyemprotan residu insektisida di dalam rumah yang dilakukan secara kolaboratif oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat.

Dalam pelaksanaan yang berlangsung pada 21–23 April 2026, sebanyak 189 rumah di dua wilayah, yakni Kampung Isui Distrik Wondiboi dan Kampung Wasior I Distrik Wasior, berhasil dijangkau melalui intervensi penyemprotan untuk menekan risiko penularan malaria.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama, dr. Alberth Kapitarauw, mengatakan kegiatan IRS merupakan salah satu strategi utama dalam memutus rantai penularan malaria, terutama di wilayah dengan angka kasus yang masih tinggi.

“Pelaksanaan IRS ini menjadi intervensi penting untuk menekan populasi nyamuk Anopheles sebagai vektor malaria. Penyemprotan dilakukan pada dinding rumah bagian dalam dan luar menggunakan insektisida sesuai standar agar nyamuk yang hinggap setelah menggigit dapat mati,” ujarnya.

Di Kampung Isui, Distrik Wondiboi, kegiatan IRS dilaksanakan selama dua hari pada 21–22 April 2026 dengan sasaran 96 rumah. Dari jumlah tersebut, 76 rumah atau 80 persen berhasil disemprot secara sempurna, melindungi 415 jiwadari risiko penularan malaria.

Sebanyak enam rumah menolak dilakukan penyemprotan karena penghuni sedang sakit, sementara 13 rumah lainnya tidak dapat dijangkau karena dalam keadaan kosong atau tidak berpenghuni.

Menurut dr. Alberth, Distrik Wondiboi menjadi salah satu wilayah perhatian karena kontribusi kasus malaria yang cukup signifikan di Kabupaten Teluk Wondama.

Data Dinas Kesehatan mencatat, sepanjang 2026 Kabupaten Teluk Wondama telah melaporkan 2.723 kasus positif malaria dengan Annual Parasite Incidence (API) mencapai 58,44 per 1.000 penduduk, meningkat sekitar 29 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 2.105 kasus.

Khusus wilayah kerja Puskesmas Wondiboi, tercatat 445 kasus positif atau sekitar 16 persen dari total kasus kabupaten, sementara Kampung Isui sendiri menyumbang 135 kasus positif malaria.

Sementara itu, di Kampung Wasior I, Distrik Wasior, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat melaksanakan IRS selama tiga hari, 21–23 April 2026, dengan menjangkau 113 rumah dan memberikan perlindungan kepada 546 jiwa.

Penanggung jawab Program Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Zulhedi Hasanussy, menjelaskan penyemprotan dilakukan secara terarah pada rumah-rumah yang berada di zona transmisi aktif.

“IRS merupakan salah satu intervensi yang sangat efektif dalam menekan populasi nyamuk Anopheles. Fokus penyemprotan dilakukan berbasis risiko agar intervensi lebih tepat sasaran dalam memutus rantai penularan,” kata Zulhedi.

Dari total 336 rumah yang ada di Kampung Wasior I, sebanyak 112 rumah atau 99 persen berhasil disemprot secara sempurna, sementara satu rumah hanya dilakukan penyemprotan sebagian karena keterbatasan akses ke kamar penghuni.

Penyemprotan di kedua wilayah menggunakan insektisida jenis Biondicab (Ficam 80 WP) dengan dosis sesuai standar yang diaplikasikan pada dinding bagian dalam dan luar rumah.

Baik Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama maupun Dinas Kesehatan Papua Barat menyatakan evaluasi efektivitas penyemprotan akan dilakukan setelah satu masa inkubasi malaria, yakni 9 hingga 14 hari pasca pelaksanaan, untuk mengukur dampaknya terhadap penurunan kasus.

Jika hasil evaluasi menunjukkan kebutuhan intervensi lanjutan, siklus penyemprotan berikutnya akan kembali dilakukan enam bulan mendatang. Kegiatan ini melibatkan tim gabungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, tenaga Puskesmas setempat, serta kader penyemprot lapangan.

Pihaknya kata Zulhedi berharap keterlibatan aktif masyarakat dalam membuka akses rumah bagi petugas kesehatan terus meningkat agar upaya pengendalian malaria dapat berjalan optimal.

“Pengendalian malaria membutuhkan kolaborasi semua pihak. Dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan intervensi ini,” tutup Zulhedi.  (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles