Top 5 This Week

Related Posts

Dinkes Papua Barat Perketat Pengawasan Kesling dan Fogging Jelang PESPARAWI Nasional XIV

Orideknews.com, MANOKWARI, – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat memperkuat berbagai langkah antisipasi kesehatan lingkungan (kesling) menjelang pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV Tahun 2026 yang akan berlangsung di Manokwari.

Berbagai upaya dilakukan guna memastikan seluruh peserta, tamu VVIP, panitia, dan masyarakat terlindungi dari risiko gangguan kesehatan selama pelaksanaan agenda nasional tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, Sp.B, FINACS, mengatakan PESPARAWI Nasional XIV akan menghadirkan ribuan peserta dari 38 provinsi, termasuk tamu negara, pejabat pemerintah, tokoh agama nasional, serta dewan juri yang akan menempati hotel, penginapan, dan asrama yang tersebar di wilayah Manokwari.

“PESPARAWI Nasional XIV merupakan agenda nasional yang melibatkan mobilisasi massa dalam jumlah besar. Karena itu, aspek kesehatan lingkungan harus dipastikan berjalan optimal agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, nyaman, dan bebas dari potensi kejadian luar biasa di bidang kesehatan,” ujar dr. Alwan.

Untuk mendukung kesiapan tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat telah membentuk tim terpadu yang melibatkan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas III Manokwari, BPOM, Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, rumah sakit pemerintah dan TNI-Polri, puskesmas, serta berbagai fasilitas kesehatan lainnya.

Tim tersebut bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan lingkungan di seluruh venue kegiatan maupun lokasi akomodasi peserta. Pemeriksaan meliputi kualitas air bersih, sanitasi tempat tinggal, ventilasi dan pencahayaan ruangan, pengelolaan limbah, pengendalian vektor penyakit, hingga kesiapan jalur evakuasi dan penanganan keadaan darurat.

Selain itu, Dinas Kesehatan Papua Barat telah menyusun jadwal inspeksi kesehatan lingkungan dan pengendalian vektor penyakit di sejumlah lokasi pemondokan peserta.

Kegiatan telah dilaksanakan mulai 12 hingga 15 Juni 2026 dengan melibatkan petugas kesehatan lingkungan provinsi, petugas malaria puskesmas, serta tenaga teknis lainnya.

Pada 12 Juni 2026, tim akan melakukan pemeriksaan dan pengendalian vektor di Balai Diklat Koperasi dan PGGP yang berlokasi di kawasan Sowi.

Selanjutnya pada 13 Juni 2026 kegiatan serupa dilakukan di Papua Shalom Sogun dan Sekolah Alkitab yang berada di wilayah Sowi Gunung dan Arfai.

Sementara pada 15 Juni 2026 tim akan melakukan inspeksi kesehatan lingkungan di BPSDM Provinsi Papua Barat yang berada di kawasan Andai, Manokwari Selatan.

Menurut dr. Alwan, kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh lokasi pemondokan peserta memenuhi standar kesehatan lingkungan sebelum kedatangan kontingen dari berbagai daerah di Indonesia.

“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kebersihan lingkungan, kondisi sanitasi, kualitas air bersih, serta memetakan potensi perkembangbiakan nyamuk dan vektor penyakit lainnya. Ini penting agar peserta dapat tinggal dengan aman dan nyaman selama mengikuti PESPARAWI,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, tim kesehatan juga akan melaksanakan fogging atau pengasapan di sejumlah titik yang dinilai berisiko menjadi tempat berkembangnya nyamuk penyebab penyakit. Pengendalian vektor dilakukan secara terpadu melalui pemeriksaan jentik, eliminasi genangan air, serta pengawasan lingkungan secara berkala.

Selain inspeksi dan fogging, Dinas Kesehatan Papua Barat juga menyiapkan berbagai kebutuhan logistik kesehatan lingkungan, seperti tablet klorin, alat uji kualitas air, alat pelindung diri petugas, formulir inspeksi kesehatan lingkungan, hingga sistem pemantauan kesehatan selama 24 jam.

Petugas kesehatan Dinkes Papua Barat terpantau usai melakukan fogging di lokasi kontingen Jawa Timur di Sowi Gunung, Manokwari, Jum’at, 12 Juni 2026 malam.

Dr. Alwan menyatakan, seluruh penginapan non-hotel yang digunakan sebagai tempat tinggal peserta wajib mendukung pemeriksaan kesehatan lingkungan dan pelaksanaan fogging. Setiap lokasi nantinya akan mendapatkan berita acara pemeriksaan kesehatan lingkungan, checklist pra-event, serta surat laik sehat sementara sebagai syarat kelayakan untuk digunakan selama kegiatan berlangsung.

“Tujuan utama kami adalah menjamin kesehatan dan keselamatan seluruh peserta, tamu VVIP, panitia, dan masyarakat selama pelaksanaan PESPARAWI XIV. Kami ingin memastikan kegiatan ini berlangsung sukses tanpa gangguan kesehatan lingkungan yang dapat menimbulkan risiko penyakit,” tuturnya.

Ia menyebut, hasil inspeksi dan pemantauan kesehatan lingkungan akan menjadi dasar evaluasi kesiapan seluruh lokasi akomodasi peserta. Apabila ditemukan kekurangan, pengelola akan diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan sebelum dilakukan pemeriksaan ulang.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, dr. Alwan optimis PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026 dapat berlangsung aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh peserta serta tamu yang datang ke Manokwari.

“Melalui kerja sama semua pihak, kami berharap PESPARAWI Nasional XIV dapat menjadi ajang yang sukses dan meninggalkan kesan positif bagi seluruh kontingen yang berkunjung ke Papua Barat,” pesan dr. Alwan Rimosan. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles