Top 5 This Week

Related Posts

Parjal PB Kritik Panitia PESPARAWI: Manokwari Belum Tunjukkan Atmosfer Tuan Rumah

Orideknews.com, MANOKWARI, – Menjelang pelaksanaan PESPARAWI Nasional XIV yang akan berlangsung di Manokwari pada 18–28 Juni 2026, Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat kembali menyuarakan sejumlah masukan kepada panitia penyelenggara agar melibatkan lebih banyak elemen masyarakat dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.

Panglima Parjal Papua Barat, Ronald Mambieuw menilai, kurang dari dua pekan menjelang pembukaan PESPARAWI, antusiasme masyarakat belum terlihat secara merata. Kondisi itu, menurutnya, terlihat dari minimnya keterlibatan warga dalam berbagai persiapan di lingkungan permukiman maupun ruang-ruang publik.

Pihaknya meminta panitia untuk lebih terbuka dan aktif merangkul berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh pemuda, hingga pengurus RT dan RW di seluruh wilayah Manokwari.

“Panitia harus membuka diri dan merangkul semua elemen masyarakat. Tokoh pemuda, tokoh adat, RT dan RW perlu dilibatkan secara aktif agar seluruh pihak merasa memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga ketertiban, keamanan, kebersihan, dan kedamaian selama pelaksanaan PESPARAWI,” ujar Ronald.

Dia juga menilai hingga saat ini belum terlihat upaya yang masif dari panitia untuk turun langsung ke lingkungan masyarakat guna membangun koordinasi dan membagi peran dalam menyambut ribuan peserta yang akan datang ke Papua Barat.

Menurutnya, jumlah peserta dan official PESPARAWI yang diperkirakan mencapai lebih dari 8.000 orang membutuhkan kesiapan yang matang dari seluruh komponen masyarakat. Selain mengikuti rangkaian lomba dan kegiatan resmi, para peserta diperkirakan juga akan berkunjung ke berbagai lokasi dan lingkungan masyarakat selama berada di Manokwari.

“Panitia jangan bekerja sendiri seolah-olah menjadi superman. Dengan jumlah peserta yang begitu besar, tentu ada banyak aktivitas di luar arena lomba yang perlu diperhatikan. Karena itu, seluruh komponen masyarakat harus dilibatkan,” katanya.

Selain aspek keamanan dan ketertiban, Parjal lanjut Ronald juga mendorong agar pelaksanaan PESPARAWI memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal, khususnya pelaku usaha kecil dan pengrajin.

Ronald meminta panitia melakukan pendataan terhadap para pengrajin, pelaku usaha sulaman, serta pedagang lokal agar dapat difasilitasi untuk memasarkan produknya selama kegiatan berlangsung.

“Para pengrajin dan pelaku UMKM harus mendapatkan manfaat dari kegiatan ini. Jika lokasi usaha mereka tidak memadai, maka panitia dapat mengakomodasi mereka di area pasar atau lokasi yang dekat dengan arena lomba. Produk-produk yang dijual juga bisa dikemas dengan nuansa dan identitas PESPARAWI 2026,” terangnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penataan layanan transportasi, khususnya ojek, agar para tamu dan peserta yang menggunakan jasa transportasi merasa aman dan nyaman selama berada di Manokwari.

Selain itu, mereka mengusulkan agar berbagai atribut dan spanduk PESPARAWI dipasang secara lebih luas di sejumlah titik strategis kota sehingga suasana pesta paduan suara gerejawi dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

“Spanduk dan atribut PESPARAWI harus mewarnai Kota Manokwari agar semangat kegiatan ini benar-benar dirasakan masyarakat. Sekali lagi, RT dan RW harus dilibatkan untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan selama kegiatan berlangsung,” tambah Ronald. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles