Orideknews.com, MANOKWARI, – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menyiapkan dukungan kesehatan secara menyeluruh untuk menjamin keamanan dan keselamatan peserta selama pelaksanaan PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026 di Kabupaten Manokwari.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, mengatakan pihaknya telah menyusun Rencana Dukungan Kesehatan (Rendukes) sebagai pedoman operasional dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada ribuan peserta, panitia, tamu negara, hingga pejabat VIP yang akan hadir pada ajang nasional tersebut.
Menurut Alwan, berdasarkan data terbaru panitia, jumlah peserta PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026 yang akan hadir di Manokwari dari 38 Provinsi mencapai 6.086 orang, terdiri dari 4.932 peserta lomba dan 1.154 orang official, pelatih, serta staf pendamping. Selain itu, kegiatan berskala nasional tersebut juga akan dihadiri 217 tamu VIP dari berbagai daerah dan instansi.
“RENDUKES ini disusun untuk memastikan keselamatan dan pelayanan kesehatan yang komprehensif selama kegiatan berlangsung, baik tempat tinggal kontingen maupun diseluruh venue perlombaan dan pertemuan,” ujar Alwan melalui sambungan telepon kepada media ini, Minggu, (7/6/26).
Berdasarkan sebaran peserta, kontingen terbesar berasal dari wilayah Sumatera dengan jumlah 1.392 orang, disusul Sulawesi sebanyak 1.245 orang, Papua 1.223 orang, Jawa 878 orang, Kalimantan 586 orang, Maluku dan Maluku Utara 450 orang, serta Nusa Tenggara 312 orang.
Alwan menjelaskan, sistem pelayanan kesehatan yang disiapkan mengedepankan kesiapsiagaan 24 jam, respons cepat terhadap kondisi darurat, pencegahan risiko kesehatan, serta keberlanjutan layanan di seluruh lokasi kegiatan.
Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, Dinas Kesehatan Papua Barat menyiapkan 156 tenaga kesehatan yang terdiri atas 24 dokter, 36 perawat, 12 tenaga kesehatan lingkungan, delapan tenaga farmasi, 10 personel ambulans serta enam tenaga administrasi dan komando.
Selain itu, setiap venue utama akan dilengkapi satu pos kesehatan, satu dokter jaga, dua perawat, tenaga farmasi, tenaga kesehatan lingkungan, serta ambulans siaga yang siap melakukan evakuasi apabila terjadi keadaan darurat.
“Setiap lokasi kegiatan harus memiliki standar pelayanan kesehatan yang sama sehingga peserta dapat memperoleh layanan medis dengan cepat dan tepat,” katanya.
Tim kesehatan juga akan ditempatkan di hotel, penginapan, dan asrama yang digunakan oleh kontingen. Sistem Mobile Health Team akan beroperasi selama 24 jam untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar, pemeriksaan kesehatan ringan, serta edukasi terkait keamanan pangan dan kebersihan pribadi.
Dalam aspek rujukan medis, Dinas Kesehatan telah menyiapkan sejumlah rumah sakit sebagai fasilitas rujukan utama, antara lain RSUP Provinsi Papua Barat, RSAL dr. Azhar Zahir Manokwari, RS Bhayangkara, serta rumah sakit lainnya yang telah terintegrasi dalam sistem evakuasi kesehatan.
Target waktu respons evakuasi ditetapkan maksimal 15 menit sejak panggilan darurat diterima hingga pasien tiba di rumah sakit rujukan.
Tak hanya pelayanan medis, Dinas Kesehatan juga memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan lingkungan. Seluruh hotel dan penginapan yang menjadi lokasi penempatan kontingen wajib menjalani pemeriksaan kesehatan lingkungan (Kesling) paling lambat tiga hari sebelum kedatangan peserta.
Pemeriksaan tersebut mencakup kualitas air bersih, sanitasi bangunan, keamanan makanan, pengelolaan limbah, pengendalian vektor penyakit, hingga kesiapan jalur evakuasi dan keselamatan kebakaran.
Sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai risiko kesehatan, Rendukes juga memuat strategi mitigasi untuk menghadapi potensi kejadian seperti serangan jantung dan stroke, dehidrasi, keracunan makanan, cedera saat perlombaan, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, hingga kondisi darurat yang melibatkan tamu VIP.
Seluruh koordinasi layanan kesehatan selama PESPARAWI Nasional XIV akan dikendalikan melalui Posko Kesehatan Provinsi Papua Barat LPPD Provinsi Papua Barat, yang terhubung dengan mobil ambulance rumah sakit rujukan, puskesmas, serta tim kesehatan di setiap venue dan akomodasi.
Alwan menyatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan PESPARAWI Nasional XIV tidak hanya ditentukan oleh suksesnya pelaksanaan lomba, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pihak dalam menjaga kesehatan dan keselamatan peserta.
“RENDUKES ini bukan hanya dokumen teknis, tetapi merupakan komitmen bersama untuk melindungi setiap jiwa yang terlibat dalam PESPARAWI XIV Nasional. Keselamatan dan kesehatan peserta menjadi prioritas utama,” tuturnya. (ALW/ON).



