Orideknews.com, MANOKWARI, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan otak dan menggunakan gadget secara bijak dalam rangka memperingati Hari Otak Sedunia (World Brain Day) 2026 yang diperingati setiap 22 Juli.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, Sp.B., FINACS, menyampaikan hal tersebut dalam talkshow di Radio Republik Indonesia (RRI) Manokwari, Selasa (22/7/2026), dengan mengusung tema “Brain Health: Access for All” atau “Kesehatan Otak: Akses untuk Semua”.
Menurutnya, tema tersebut mengingatkan bahwa setiap orang berhak memperoleh akses yang setara terhadap edukasi, pencegahan, diagnosis, pengobatan, hingga rehabilitasi penyakit saraf tanpa memandang lokasi, kondisi ekonomi, maupun latar belakang sosial.
“Menjaga kesehatan otak berarti menjaga kualitas hidup. Otak merupakan pusat kendali seluruh aktivitas tubuh, mulai dari berpikir, mengingat, berbicara, bergerak hingga mengatur emosi. Karena itu, kesehatan otak harus menjadi perhatian bersama,” ujar Alwan.
Ia menjelaskan, Hari Otak Sedunia diprakarsai oleh World Federation of Neurology (WFN) sejak 2014 sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dunia mengenai pentingnya kesehatan otak dan pencegahan berbagai penyakit neurologis.
Dalam kesempatan tersebut, Alwan menyentil penggunaan gadget yang kini menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, perangkat digital memberikan banyak manfaat apabila digunakan secara bijak, seperti mempermudah akses informasi, pendidikan, komunikasi, mendukung pekerjaan, pelayanan kesehatan melalui telemedicine, hingga membantu melatih fungsi kognitif.
Namun demikian, penggunaan gadget secara berlebihan dapat berdampak terhadap kesehatan.
“Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan menurunnya konsentrasi, gangguan kualitas tidur akibat paparan cahaya biru pada malam hari, memicu kecanduan gadget, mengurangi interaksi sosial secara langsung, meningkatkan stres dan kelelahan mental, serta menimbulkan keluhan fisik seperti nyeri leher, mata lelah, hingga sakit kepala,” jelasnya.
Meski begitu, Alwan menyatakan bahwa hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan penggunaan gadget secara normal dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak.
“Yang perlu diperhatikan adalah pola penggunaannya. Penggunaan yang tidak sehat dapat memengaruhi fungsi otak seperti perhatian, daya ingat, kualitas tidur, dan kesehatan mental,” katanya.
Untuk menjaga kesehatan otak, Dinkes Papua Barat mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat, antara lain membatasi penggunaan gadget sesuai kebutuhan, menghindari penggunaan perangkat elektronik satu hingga dua jam sebelum tidur, menerapkan aturan 20-20-20 untuk menjaga kesehatan mata, rutin berolahraga sedikitnya 30 menit setiap hari, memperbanyak interaksi sosial secara langsung, tidur cukup selama 7–9 jam bagi orang dewasa, serta mengonsumsi makanan bergizi dan mengendalikan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, dan konsumsi alkohol.
Alwan menyampaikan, kesehatan otak tidak hanya berkaitan dengan stroke, tetapi juga mencakup berbagai penyakit neurologis lainnya seperti epilepsi, demensia, penyakit Parkinson, migrain, cedera kepala, gangguan tidur, hingga kesehatan mental.
“Semakin dini kita menerapkan gaya hidup sehat, semakin besar peluang mempertahankan fungsi otak hingga usia lanjut,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala stroke, seperti wajah mencong, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, bicara pelo, maupun gangguan keseimbangan.
“Jangan menunggu gejala membaik sendiri. Pada kasus stroke, setiap menit sangat berharga untuk mencegah kerusakan otak yang lebih luas,” ucapnya.
Dalam mendukung tema Brain Health: Access for All, Alwan mengajak masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) maupun Program Papua Barat Sehat (PBS).
Ia menjelaskan bahwa peserta BPJS Kesehatan dapat memperoleh pelayanan penyakit saraf sesuai indikasi medis melalui mekanisme rujukan yang diawali dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas atau klinik.
Sementara itu, Program Papua Barat Sehat turut mendukung pemerataan akses pelayanan kesehatan melalui penguatan layanan primer, edukasi masyarakat, deteksi dini penyakit, serta peningkatan pelayanan kesehatan hingga wilayah terpencil di Papua Barat.
Dalam talkshow, Alwan mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Otak Sedunia sebagai momentum untuk menerapkan gaya hidup sehat dan menjaga fungsi otak sejak dini.
“Mari gunakan gadget secara bijak, lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta manfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Otak yang sehat adalah modal utama untuk membangun keluarga yang sehat, masyarakat yang produktif, dan Papua Barat yang semakin maju,” pesannya. (ALW/ON).