BerandaKesehatan507 Warga Manokwari Terdata Mengidap Kusta, Dinkes Ajak Masyarakat Periksa Dini

507 Warga Manokwari Terdata Mengidap Kusta, Dinkes Ajak Masyarakat Periksa Dini

- Advertisement -spot_img

Orideknews.com, MANOKWARI, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manokwari mencatat sebanyak 507 orang terdata sebagai penderita kusta hingga pertengahan tahun 2026. Jumlah tersebut menghasilkan angka prevalensi 21,6 per 10 ribu penduduk, atau masih jauh di atas target eliminasi kusta nasional yang ditetapkan kurang dari 1 kasus per 10 ribu penduduk.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alexander Takdare, mengatakan seluruh penderita yang teridentifikasi terdiri atas kasus kusta kering (pausi basiler/PB) dan kusta basah (multi basiler/MB).

“Manokwari termasuk daerah dengan beban kasus kusta yang cukup tinggi, karena masih jauh dari target eliminasi secara nasional kurang dari 1 per 10 ribu penduduk,” kata Alexander di Manokwari.

Ia menjelaskan, kusta merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae dan masuk dalam kelompok Neglected Tropical Disease (NTD) atau penyakit tropis terabaikan. Karena itu, upaya pengendaliannya memerlukan keterlibatan berbagai pihak.

Dinkes Manokwari kata dia, terus memperkuat koordinasi dengan tenaga kesehatan di seluruh puskesmas untuk mengoptimalkan penemuan kasus melalui pemeriksaan rutin. Langkah tersebut dilakukan agar penderita dapat segera memperoleh pengobatan sehingga mencegah kecacatan maupun penularan lebih lanjut.

“Penanganan kusta menjadi tanggung jawab bersama, baik dinas maupun teman-teman puskesmas,” ujar Alexander.

Ia juga memastikan distribusi obat kusta dilakukan sesuai jumlah kasus yang ditemukan. Setiap fasilitas pelayanan kesehatan diminta terus memantau ketersediaan stok obat agar pelayanan kepada pasien tidak terganggu.

Meski demikian, pihu masih menghadapi sejumlah tantangan dalam penanganan kusta. Salah satunya adalah reaksi obat yang berbeda pada setiap pasien, sehingga ada penderita yang memilih menghentikan pengobatan sebelum tuntas. Selain itu, persoalan logistik juga menjadi perhatian, meskipun saat ini pasokan obat dipastikan tersedia.

“Tantangan kami juga soal logistik, tapi saat ini ada,” katanya.

Alexander mengimbau masyarakat agar tidak ragu memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat apabila menemukan gejala berupa bercak putih yang mati rasa pada kulit. Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci keberhasilan pengobatan sekaligus mencegah penularan di masyarakat.

“Jangan malu dan takut kalau ada gejala bercak putih di kulit. Pengobatan gratis,” ucapnya. (ALW/ON).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini