Orideknews.com, MANOKWARI, – Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani (Mola) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas daerah menjelang pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV Tahun 2026 yang akan digelar di Manokwari.
Lakotani menyatakan, penyelenggaraan PESPARAWI Nasional merupakan kehormatan sekaligus kepercayaan besar yang diberikan pemerintah pusat kepada Papua Barat. Karena itu, seluruh masyarakat diharapkan dapat menunjukkan sikap sebagai tuan rumah yang baik bagi ribuan peserta dan tamu yang akan datang dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Kepercayaan ini diberikan kepada pemerintah dan masyarakat Papua Barat. Karena itu mari kita tunjukkan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik, menerima tamu dengan ramah, serta menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta yang datang,” ujar Lakotani.
Menurutnya, meski Kabupaten Manokwari menjadi lokasi utama penyelenggaraan, suksesnya PESPARAWI Nasional merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Papua Barat.
Ia mengatakan, para peserta, official, dan tamu yang hadir nantinya akan membawa kesan tersendiri tentang Papua Barat ketika kembali ke daerah masing-masing. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memberikan pengalaman positif agar para tamu pulang dengan membawa cerita baik tentang daerah ini.
“Keberhasilan kegiatan ini bukan hanya soal pelaksanaan acara, tetapi juga bagaimana kita memberikan kesan yang baik kepada para tamu yang datang,” katanya.
Lakotani menilai kenyamanan peserta tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia, tetapi juga oleh situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama kegiatan berlangsung. Ia mengingatkan agar tidak ada aktivitas yang berpotensi menimbulkan konflik sosial maupun gangguan keamanan hingga seluruh rangkaian PESPARAWI selesai dilaksanakan.
Ia mengaku sempat menerima laporan mengenai aksi demonstrasi dan pembakaran yang terjadi di Manokwari sesaat setelah menghadiri kegiatan Kick Off PESPARAWI Nasional XIV di Jakarta pada 2 Juni 2026. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk menjaga stabilitas daerah menjelang pelaksanaan agenda nasional tersebut.
“Saya berharap jangan ada riak-riak sekecil apa pun menjelang pelaksanaan PESPARAWI. Mari kita jaga Papua Barat tetap aman dan kondusif sehingga masyarakat dari seluruh Indonesia merasa nyaman datang ke daerah ini,” tegasnya.
Selain itu, Lakotani juga meminta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan yang berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat selama masa persiapan maupun pelaksanaan PESPARAWI.
Menurutnya, masih banyak masyarakat di luar Papua yang belum pernah berkunjung ke Tanah Papua. Karena itu, citra keamanan dan kenyamanan daerah menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap Papua Barat.
“Bagi mereka yang belum pernah datang ke Papua tentu akan bertanya-tanya apakah aman atau tidak. Karena itu tugas kita bersama adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh tamu yang datang,” ujarnya.
Lakotani menambahkan, PESPARAWI Nasional XIV menjadi momentum penting untuk menunjukkan wajah Papua Barat yang damai, ramah, toleran, dan siap menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional.
Ia berharap seluruh masyarakat dapat mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut dengan menjaga keamanan lingkungan, memperkuat semangat persaudaraan, serta menampilkan keramahan khas masyarakat Papua Barat kepada setiap tamu yang datang.
“Ini kesempatan bagi kita untuk menunjukkan bahwa Papua Barat adalah daerah yang aman, nyaman, dan siap menerima siapa saja yang datang berkunjung. Mari kita jaga bersama kepercayaan yang telah diberikan pemerintah pusat kepada daerah ini,” pungkasnya. (ALW/ON).



