Top 5 This Week

Related Posts

Sambangi Kementerian, MRPB Harap Menag RI Hadir di HUT ke-132 Masuknya Katolik di Fakfak

Orideknews.com, Manokwari, — Kelompok Kerja (Pokja) Agama Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) terus mendorong penguatan perhatian pemerintah pusat terhadap kehidupan keagamaan di daerah, termasuk dengan mengupayakan kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-132 masuknya agama Katolik di Kabupaten Fakfak 22 Mei 2026.

Dalam keterangannya kepada awak media, ketua Pokja Agama MRPB, Abdul Samad Bauw, S.Pd.I menyampaikan, Menteri Agama telah merespons komunikasi yang dilakukan pada pertemuan bersama Menag RI 27 April 2026 dan menyatakan akan berupaya menyempatkan diri untuk hadir apabila terdapat waktu luang dalam agenda beliau.

“Beliau menyampaikan akan berusaha menyempatkan diri. Jika ada waktu kosong, beliau akan hadir,” ujarnya.

Selain itu, panitia lokal di Fakfak disebut tengah mempersiapkan undangan resmi yang akan segera dikirimkan kepada Menteri Agama sebagai bentuk harapan agar pemerintah pusat dapat hadir secara langsung dalam momentum bersejarah tersebut.

Menurut Abdul, peringatan 132 tahun masuknya Katolik di Fakfak bukan hanya seremoni keagamaan, melainkan momen penting untuk memperkuat semangat toleransi dan harmoni antarumat beragama di Papua Barat.

Ia menyatakan, sebagai wadah representasi lima agama yang ada di Papua Barat, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan aspirasi seluruh umat beragama secara adil dan proporsional.

“Pokja Agama duduk di sini bukan untuk melihat satu pihak atau satu agama saja. Kami hadir untuk memperjuangkan kepentingan semua agama yang ada di Papua Barat, baik Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, maupun Buddha,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, anggota Pokja merupakan tokoh-tokoh agama yang diutus untuk menjalankan amanat masyarakat, sekaligus menjadi jembatan aspirasi antara umat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.

Abdul juga menyatakan komitmennya untuk terus menyuarakan berbagai kebutuhan umat beragama di Papua Barat sesuai kapasitas yang dimiliki. Dukungan Pemerintah Provinsi Papua Barat, khususnya dari Gubernur, lanjut dia, menjadi motivasi tersendiri bagi Pokja untuk terus bekerja maksimal.

Usai melakukan berbagai pertemuan dan komunikasi dengan kementerian terkait, Pokja berencana melaporkan hasil-hasil tersebut kepada Gubernur Papua Barat sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus koordinasi.

“Kami akan meminta waktu kepada Pak Gubernur untuk melaporkan hasil pertemuan kami. Beliau perlu mengetahui bahwa Pokja Agama sedang bekerja membantu pemerintah dalam menyuarakan aspirasi masyarakat,” katanya. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles