Top 5 This Week

Related Posts

Polbangtan Kementan Dorong Irigasi Tenaga Surya Hadapi Ancaman El Nino

Orideknews.com, Manokwari — Mengantisipasi dampak perubahan iklim dan potensi musim kering panjang akibat fenomena El Nino 2026, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari menggelar Millennial Agriculture Forum (MAF) Volume 7 Edisi ke-17 pada Sabtu (25/04/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Strategi Bertahan di Musim Kering: Solusi Irigasi Cerdas dengan Pompa Air Tenaga Surya.”

Forum tersebut menjadi wadah edukasi dan diskusi strategis dalam merespons ancaman kekeringan yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan berlangsung cukup panjang serta berpotensi memengaruhi sektor pertanian nasional.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya percepatan langkah mitigasi menghadapi El Nino 2026. Ia menyebutkan bahwa periode April hingga Juni merupakan fase kritis, sehingga seluruh sarana pendukung pertanian harus dioptimalkan, mulai dari pompanisasi hingga pembangunan sumur dalam dan dangkal.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong percepatan tanam serempak di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Langkah ini bertujuan agar masa panen dapat dilakukan sebelum puncak musim kering terjadi.

Dalam forum tersebut, Polbangtan Manokwari menghadirkan tiga narasumber yang membahas pemanfaatan pompa air tenaga surya sebagai solusi menghadapi keterbatasan air dan energi.

Ardiyanto Indrakusuma, Direktur Utama PT Suryaqua Teknologi Indonesia, menjelaskan bahwa teknologi pompa air tenaga surya merupakan solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya air.

Tenang Wibowo, Manajer BP Raden Tani dari Kampung Telaga Sari, Distrik Kurik, berbagi pengalaman dalam menjalankan program brigade pangan berbasis teknologi modern tenaga surya.

Sementara itu, Sujarno, Manajer BP Maju Jaya dari Kampung Muram Sari, Distrik Semangga, memaparkan kesiapan lahan pertanian dalam menghadapi kondisi El Nino.

Pemanfaatan energi surya dinilai sebagai inovasi strategis untuk mendukung keberlanjutan usaha tani, khususnya di wilayah yang rentan kekeringan dan memiliki keterbatasan akses energi.

Kepala Pusat Pendidikan, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa informasi dari BMKG terkait perubahan iklim harus menjadi dasar dalam merumuskan langkah antisipasi di sektor pertanian. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara penyuluh, petani, dan pemerintah untuk menjaga produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Direktur Polbangtan Manokwari, O’eng Anwarudin, menegaskan bahwa pertanian harus tetap berjalan meskipun menghadapi tantangan iklim dan keterbatasan energi. Menurutnya, pompa air tenaga surya menjadi solusi efektif yang dapat diterapkan langsung di lapangan.

Melalui kegiatan ini, Polbangtan Manokwari terus memperkuat peran pendidikan vokasi pertanian dalam mencetak generasi petani muda yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan perubahan iklim global. (MRN/RR/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles