Top 5 This Week

Related Posts

Tingkatkan Literasi, Disdik Godok Perda ‘Satu Hari Membaca’ di Pegunungan Arfak

Orideknews.com, Pegaf,  – Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) melalui Dinas Pendidikan tengah merancang program “satu hari membaca” dalam sepekan sebagai upaya meningkatkan literasi di kalangan pelajar.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pegaf, Deny Agustinus Ngutra, mengatakan program tersebut sedang disiapkan dalam bentuk Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan direncanakan segera dibahas bersama pihak legislatif.

Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan peluncuran buku ajar bahasa daerah Suku Besar Arfak yang memuat materi dari empat subsuku yakni Hatam, Meyakh, Sough dan Moile, bahasa lengkap dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia. Buku tersebut ditargetkan mulai digunakan secara luas setelah diluncurkan pada Desember 2026 mendatang.

“Program ini kami siapkan agar budaya membaca bisa tumbuh sejak dini. Nanti akan diperkuat melalui perda, sekaligus mendukung penggunaan buku ajar bahasa daerah yang sedang kami susun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Pegunungan Arfak untuk mendorong lahirnya regulasi muatan lokal yang mengatur kewajiban membaca satu hari dalam seminggu di sekolah.

Ke depan, pihaknya juga akan melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dari Universitas Papua serta tim ahli hukum STIH Manokwari, guna mematangkan substansi regulasi sebelum diajukan ke DPRK untuk dibahas dan disahkan.

“Kalau semua sudah siap dan disetujui, kami targetkan perda ini bisa disahkan tahun depan, sehingga implementasinya dapat berjalan mulai 2028 melalui kurikulum muatan lokal,” jelasnya.

Selain mendorong budaya membaca, Deny juga menyoroti pentingnya evaluasi metode pengajaran di sekolah. Ia menilai, masih ada guru yang belum maksimal dalam menerapkan metode pembelajaran yang efektif.

Menurutnya, proses belajar mengajar seharusnya tidak hanya berfokus pada penyampaian materi dari buku, tetapi juga harus mampu membangun suasana kelas yang hidup dan interaktif.

“Guru harus menyiapkan metode mengajar dengan baik. Jangan hanya datang, buka buku, lalu mencatat. Setiap siswa punya karakter berbeda, sehingga perlu pendekatan yang tepat agar mereka bisa memahami pelajaran,” tegasnya.

Ia berharap, melalui program hari membaca dan perbaikan metode pembelajaran, kualitas pendidikan di Pegunungan Arfak dapat meningkat secara bertahap. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles