Orideknews.com, Pegaf – Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) menggelar berbagai program untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Salah satunya melalui lomba baca nyaring yang ditujukan untuk memotivasi minat baca anak-anak di daerah tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pegaf, Deny Agustinus Ngutra, mengatakan program ini lahir dari hasil evaluasi yang menunjukkan tingkat literasi di wilayah Pegaf, khususnya di daerah pegunungan, masih tergolong rendah.
“Bahasa nyaring ini kami dorong supaya anak-anak terpacu untuk membaca. Dengan adanya perlombaan, guru juga ikut termotivasi mengajarkan siswa membaca lebih aktif,” ujarnya, Sabtu, (18/4/26).
Ia menjelaskan, perlombaan akan digelar pada 30 April 2026, meliputi baca nyaring untuk siswa SD, lomba puisi tingkat SMP, serta pidato untuk tingkat SMA. Kegiatan ini menjadi bagian dari uji coba program peningkatan literasi yang nantinya akan dievaluasi untuk pengembangan di tahun 2027.
Selain lomba, Dinas Pendidikan juga tengah menyiapkan bahan bacaan berupa buku untuk mendorong kebiasaan membaca di kalangan siswa. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Pemkab Pegaf juga fokus pada penguatan numerasi melalui kerja sama dengan Yohanes Surya dan tim Metode Gasing. Program ini tengah dilaksanakan di Distrik Anggida sejak 13 April dan akan berlangsung hingga 29 April 2026.
“Selama 15 hari program ini berjalan untuk memperkuat kemampuan berhitung siswa. Tahun lalu kami fokus di tingkat kabupaten, tahun ini turun ke distrik, dan ke depan akan menjangkau seluruh 10 distrik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pemkab Pegaf juga telah menjalin kerja sama selama tiga tahun dengan UNICEF dalam penguatan literasi di wilayah Distrik Anggi dan Anggida. Hasil dari program tersebut akan turut dievaluasi dalam momentum Hardiknas tahun ini.
Menurut Ngutra, evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana dampak program literasi yang telah berjalan, termasuk kontribusi UNICEF dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa.
“Kami ingin memastikan apakah intervensi yang dilakukan selama ini benar-benar berdampak. Indikatornya jelas, siswa SD sudah mulai lancar membaca nyaring, siswa SMP mampu membaca puisi, dan siswa SMA bisa berpidato,” katanya.
Ia berharap berbagai program yang dijalankan ini mampu membangun semangat belajar siswa di Pegunungan Arfak, sekaligus menumbuhkan budaya gemar membaca sebagai fondasi peningkatan kualitas pendidikan di Pegaf. (ALW/ON).



