Orideknews.com, Fakfak – Anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Willy Hegemur, mengapresiasi kunjungan reses Anggota DPD RI asal Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, sekaligus penobatan sebagai anak adat Mbaham Matta oleh Dewan Adat Papua (DAP) wilayah Mbaham Matta di Fakfak.
Hal itu disampaikan Willy saat menanggapi rangkaian kunjungan Senator Papua Barat tersebut yang secara khusus melakukan pertemuan bersama Dewan Adat dan berbagai elemen masyarakat adat di wilayah Doberay, serta menghadiri kegiatan amal dalam rangka mendukung suksesnya perayaan HUT ke-132 tahun masuknya misi Katolik di Tanah Papua yang dipusatkan di Pulau Bonyom, Fakfak Tengah.
Sebagai representasi masyarakat adat, Willy menyebut kehadiran Filep Wamafma menjadi bentuk perhatian nyata seorang wakil rakyat terhadap aspirasi masyarakat adat di Papua Barat.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran beliau. Dalam pertemuan bersama dewan adat kemarin, banyak aspirasi yang disampaikan mewakili masyarakat adat, termasuk dari tokoh perempuan dan berbagai elemen lainnya. Senator merespons dengan sangat baik, bahkan beberapa hal langsung beliau sikapi,” ujar Willy.
Salah satu bentuk respons tersebut, kata dia, adalah perhatian Filep terhadap rencana penguatan kelembagaan Dewan Adat Mbaham Matta (Raker), termasuk dukungan terhadap rencana Musyawarah Besar (Mubes) Dewan Adat wilayah Bomberay.
“Sebagai anak adat yang ada di DPD RI di Senayan, sikap seperti ini patut diapresiasi. Kami berharap ini menjadi contoh bagi anak-anak Papua lain yang berada di level nasional agar memberi perhatian yang sama kepada masyarakat adat di enam provinsi di Tanah Papua,” katanya.
Willy juga menilai kehadiran Filep dalam kegiatan amal perayaan misi Katolik menunjukkan penghargaan terhadap nilai-nilai luhur budaya masyarakat Fakfak.
“Kami terkesan karena beliau tidak hanya hadir sebagai wakil rakyat, tetapi juga sebagai akademisi yang jeli melihat pentingnya pelestarian nilai budaya dan kearifan lokal,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Dewan Adat Mbaham Matta memberikan ‘Wendy’ emas negeri Fakfak, cinderamata adat khas berbentuk prototipe pusaka wanita yang berikat kain merah, bermakna ikatan persaudaraan kekeluargaan kepada Filep Wamafma.
Menurut Willy, pemberian Wendy memiliki makna sakral sebagai simbol ikatan suci yang menandakan Filep resmi diterima sebagai bagian dari keluarga besar suku Mbaham Matta.
“Itu melambangkan ikatan yang abadi. Sejak prosesi kemarin dan seterusnya, beliau dianggap sebagai bagian dari masyarakat Mbaham Matta dan akan selalu diterima serta didukung dalam perjuangan positif bagi masa depan Papua,” jelasnya.
Ia menerangkan, struktur keanggotaan Dewan Adat Mbaham Matta terdiri dari tiga kategori. Pertama, keanggotaan pusaka, yakni 144 marga asli Mbaham Matta.
Kedua, keanggotaan istimewa, yaitu masyarakat Papua dari wilayah adat lain seperti Bomberay, Domberay, Saireri, Mee Pago, La Pago, Tabi dan Anim Ha yang tinggal di Tanah Mbaham.
Ketiga, keanggotaan kehormatan, yang diperuntukkan bagi masyarakat Nusantara, Tionghoa, dan Arab yang hidup bersama di wilayah tersebut.
“Dengan pemberian Wendy itu, Bung Filep masuk dalam lingkar kedua sebagai anggota istimewa. Ini bukan sekadar simbol seremonial, tetapi ikatan adat yang sakral,” tegasnya.
Selain prosesi adat, Willy juga menyoroti sejumlah aspirasi strategis yang disampaikan kepada Senator Filep, salah satunya terkait dorongan alokasi 10 persen dana bagi hasil migas dan dana Otsus untuk lembaga adat di Papua.
Menurutnya, aspirasi tersebut penting untuk diperjuangkan karena lembaga adat memiliki peran sentral dalam menjaga harmoni sosial serta pembangunan berbasis kearifan lokal.
“Saya mendukung penuh penegasan beliau soal alokasi 10 persen dana DBH migas dan Otsus bagi lembaga adat. Ini wajib diperhatikan pemerintah, karena lembaga adat adalah pilar utama masyarakat Papua,” pungkasnya. (ALW/ON).



