Orideknews.com, MANOKWARI, – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor akan menggelar Festival Budaya Biak 2026 pada 17–21 Oktober 2026 dengan konsep yang lebih luas dan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta negara-negara kawasan Pasifik.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Turbey Onesimus Dangeubun, mengatakan festival yang selama ini dikenal sebagai agenda budaya daerah akan ditingkatkan menjadi ajang budaya berskala nasional dan internasional.
Menurutnya, festival tersebut akan melibatkan komunitas budaya dari Papua, Maluku, Nusa Tenggara, serta berbagai negara di kawasan Pasifik yang memiliki kedekatan historis dan budaya dengan masyarakat Melanesia.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat persaudaraan dan hubungan antarmasyarakat melalui pendekatan diplomasi budaya,” ujar Turbey.
Ia menjelaskan, diplomasi budaya dinilai menjadi instrumen penting dalam membangun kerja sama yang lebih luas, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun hubungan antarwilayah di kawasan Pasifik.
Festival Budaya Biak juga dipilih berlangsung pada 17 Oktober karena bertepatan dengan Hari Kebudayaan Nasional Indonesia. Diharapkan momentum tersebut dapat memperkuat posisi Biak sebagai salah satu pusat pengembangan budaya di kawasan timur Indonesia.
Menurut Turbey, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni dan budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya Papua kepada masyarakat nasional dan internasional.
“Melalui festival ini kami ingin memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kawasan Pasifik sekaligus mempererat hubungan persaudaraan antarbangsa,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor tambah Turbey, berharap Festival Budaya Biak 2026 dapat menjadi agenda tahunan yang berkontribusi terhadap pengembangan sektor pariwisata, pelestarian budaya, serta peningkatan perekonomian masyarakat. (ALW/ON).




