Orideknews.com, MANOKWARI, – Pemerintah Provinsi Papua Barat meluncurkan Gerakan Ayo ke Posyandu dan Ayo Imunisasi sebagai upaya memperkuat pelayanan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan cakupan imunisasi anak di seluruh wilayah Papua Barat. Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga memperkenalkan aplikasi digital Ayo ke Posyandu yang memudahkan masyarakat mengakses informasi layanan Posyandu.
Peluncuran program tersebut dipimpin Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan generasi Papua Barat yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045, Papua Emas 2041, serta Papua Barat Sehat 2030.
Dominggus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan program Posyandu hingga ke tingkat kampung. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelayanan kesehatan dasar, khususnya bagi ibu hamil, bayi, balita, dan kelompok rentan lainnya.
“Keberadaan Posyandu harus terus kita dukung. Kehadiran kita semua di sini adalah bukti nyata bahwa kita memiliki tujuan yang sama, yaitu mewujudkan anak-anak Papua Barat yang sehat, cerdas, dan produktif,” kata Dominggus.
Ia menilai sosialisasi mengenai pentingnya Posyandu perlu terus digencarkan dengan berbagai cara, termasuk memanfaatkan sarana komunikasi yang tersedia di kampung-kampung. Menurutnya, pemerintah perlu menghidupkan kembali budaya penyebaran informasi kepada masyarakat agar layanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak warga.
Dominggus juga menegaskan bahwa Posyandu saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat penimbangan balita dan pemberian imunisasi. Berdasarkan kebijakan transformasi Posyandu, lembaga tersebut kini berfungsi sebagai pusat pelayanan masyarakat yang menjalankan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan pelayanan sosial.
“Posyandu harus menjadi rumah pelayanan dasar bagi seluruh keluarga, dari bayi hingga lansia, dari kota hingga kampung,” ujarnya.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya imunisasi sebagai hak dasar setiap anak. Menurutnya, imunisasi bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang wajib dipenuhi untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah.
“Imunisasi adalah hak setiap anak, bukan pilihan. Satu suntikan imunisasi hari ini adalah perisai bagi masa depan anak kita,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP Posyandu Papua Barat, Ny. Yuliana Mandacan, mengatakan Gerakan Ayo ke Posyandu merupakan implementasi berbagai kebijakan nasional, di antaranya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu, serta kebijakan Transformasi Sistem Kesehatan Nasional.
Menurutnya, optimalisasi fungsi Posyandu tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan, melainkan membutuhkan pendekatan terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor.
“Melalui transformasi Posyandu, kini Posyandu berfungsi sebagai pusat layanan terpadu yang menyentuh berbagai aspek pemenuhan Standar Pelayanan Minimal melalui enam bidang utama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Posyandu kini tidak hanya melayani kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mendukung pendidikan anak usia dini, pemantauan sanitasi dan akses air bersih, pendataan rumah layak huni, edukasi kebencanaan, hingga pendataan masyarakat rentan.
Meski demikian, Papua Barat masih menghadapi sejumlah tantangan dalam penguatan Posyandu, seperti dampak pascapandemi, kondisi geografis yang sulit dijangkau, keterbatasan sumber daya manusia, dukungan program yang belum merata, serta rendahnya partisipasi masyarakat yang berpengaruh terhadap cakupan imunisasi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat meluncurkan aplikasi Ayo ke Posyanduyang memungkinkan masyarakat memperoleh informasi jadwal dan lokasi Posyandu terdekat secara mudah dan cepat.
“Lewat aplikasi ini masyarakat dapat mengetahui jadwal dan lokasi Posyandu terdekat, melihat layanan yang tersedia, kemudian datang ke Posyandu tanpa harus mencari informasi ke sana kemari,” kata Yuliana.
Selain peluncuran aplikasi, kegiatan juga diisi dengan talkshow interaktif, pemberian penghargaan Posyandu dan imunisasi, serta penandatanganan komitmen bersama guna memperkuat sinergi berbagai pihak dalam mendukung transformasi Posyandu.
Pada kesempatan yang sama, pimpinan UNICEF Papua, Aminuddin M Ramdan, menyatakan pentingnya penguatan layanan Posyandu dan peningkatan cakupan imunisasi sebagai langkah strategis untuk memastikan pemenuhan hak-hak anak di Papua Barat.
Menurutnya, keberhasilan program kesehatan anak membutuhkan dukungan kuat dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat kampung.
“Kami melihat komitmen yang luar biasa dari Pemerintah Provinsi Papua Barat, TP Posyandu, TP PKK, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan seluruh pihak yang terlibat. Tanpa kerja sama yang kuat, berbagai upaya untuk meningkatkan kesehatan anak tidak mungkin dapat tercapai secara maksimal,” ujarnya.
Aminuddin mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan, mulai dari tingginya kasus tuberkulosis (TBC), difteri, dan campak yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi, hingga ancaman kanker serviks yang masih menyebabkan kematian perempuan Indonesia setiap tahun. Selain itu, diare dan pneumonia masih menjadi penyebab utama kematian bayi dan balita.
Menurutnya, data kesehatan tersebut tidak boleh dipandang hanya sebagai angka statistik semata, melainkan sebagai gambaran kehidupan anak-anak yang berhak tumbuh sehat dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Di balik angka-angka itu ada anak-anak yang memiliki senyum, tawa, dan cita-cita. Jika mereka sakit, mengalami stunting, atau tidak mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, maka kesempatan mereka untuk berkembang secara optimal juga akan berkurang,” katanya.
UNICEF lanjut dia, berharap Gerakan Ayo ke Posyandu menjadi momentum untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan Posyandu sebagai garda terdepan kesehatan ibu dan anak sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan cakupan imunisasi dan pemenuhan enam bidang pelayanan dasar Posyandu di Papua Barat.
UNICEF juga menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam mewujudkan generasi emas yang sehat, cerdas, produktif, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa. (ALW/ON).




