Top 5 This Week

Related Posts

Oridek News dan Dua Media Terima Anugerah Imunisasi 2026 Provinsi Papua Barat

Orideknews.com, MANOKWARI, Pemerintah Provinsi Papua Barat memberikan Anugerah Imunisasi Tahun 2026 kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi dalam mendukung dan mengawal program imunisasi di Papua Barat.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam agenda Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor, Pencanangan Gerakan Ayo ke Posyandu dan Ayo Imunisasi, serta Penganugerahan Imunisasi Tahun 2026 yang berlangsung di Manokwari, Selasa.

Penganugerahan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi berbagai pihak dalam meningkatkan cakupan imunisasi dan pelayanan kesehatan dasar masyarakat selama beberapa tahun terakhir.

Apresiasi itu diberikan Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dan Tim Pembina (TP) Posyandu Papua Barat yang didukung penuh UNICEF, ini merupakan komitmen dan kerja sama dalam mendukung program imunisasi serta penguatan layanan kesehatan masyarakat.

Pada kategori Media Massa, Anugerah Imunisasi Tahun 2026 diberikan kepada portal media online Orideknews.com, Klik Papua, dan Antara News. Ketiga media tersebut dinilai konsisten mengawal, mengedukasi, dan menyebarluaskan informasi terkait program imunisasi di Papua Barat selama lima tahun terakhir sehingga turut mendukung peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam mendukung keberhasilan program imunisasi dan pelayanan kesehatan dasar di daerah.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras mengawal program imunisasi. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat dicapai oleh pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa,” ujar Dominggus.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur juga mencanangkan Gerakan Ayo ke Posyandu dan Ayo Imunisasi sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan dasar serta meningkatkan cakupan imunisasi anak di seluruh wilayah Papua Barat.

Menurut Dominggus, pencanangan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan generasi Papua Barat yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045, Papua Emas 2041, dan Papua Barat Sehat 2030.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan program Posyandu hingga ke tingkat kampung. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pelayanan kesehatan dasar, khususnya bagi ibu hamil, bayi, balita, dan kelompok rentan lainnya.

“Keberadaan Posyandu harus terus kita dukung. Kehadiran kita semua di sini adalah bukti nyata bahwa kita memiliki tujuan yang sama, yaitu mewujudkan anak-anak Papua Barat yang sehat, cerdas, dan produktif,” katanya.

Gubernur juga meminta seluruh pemerintah kabupaten di Papua Barat untuk menyusun regulasi berupa Peraturan Bupati tentang Posyandu dan imunisasi guna memperkuat pelaksanaan program di lapangan.

“Posyandu harus memiliki dasar hukum yang jelas sehingga para kader dan seluruh pihak yang terlibat dapat bekerja secara maksimal dengan jaminan perlindungan hukum yang memadai,” ujarnya.

Selain penguatan regulasi, pemerintah daerah juga mendorong pendataan masyarakat hingga tingkat kampung guna memastikan seluruh penduduk tercatat dalam sistem administrasi kependudukan. Data yang akurat dinilai penting sebagai dasar penyusunan program kesehatan dan pengalokasian anggaran yang tepat sasaran.

Dominggus turut mengingatkan pentingnya perlindungan bagi kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Ia meminta agar para kader mendapatkan jaminan kesehatan, jaminan ketenagakerjaan, dan insentif yang layak sesuai kemampuan daerah.

“Tugas Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas hingga Posyandu harus terintegrasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” terangnya.

Menurutnya, Posyandu saat ini telah bertransformasi menjadi lembaga pelayanan masyarakat yang menjalankan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan pelayanan sosial.

“Posyandu harus menjadi rumah pelayanan dasar bagi seluruh keluarga, dari bayi hingga lansia, dari kota hingga kampung,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga kembali mengingatkan imunisasi merupakan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi bersama. Ia menegaskan bahwa imunisasi bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah.

“Imunisasi adalah hak setiap anak, bukan pilihan. Satu suntikan imunisasi hari ini adalah perisai bagi masa depan anak kita,” katanya.

Pemerintah Provinsi Papua Barat lanjut Dominggus, juga menyetil masih adanya keraguan sebagian masyarakat terhadap imunisasi akibat informasi yang tidak benar. Karena itu, peran tokoh agama, tokoh adat, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, serta media massa dinilai sangat penting dalam memberikan edukasi dan pemahaman yang benar kepada masyarakat.

Selain itu, satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) didorong untuk melakukan pemeriksaan status imunisasi peserta didik guna memastikan tidak ada anak yang terlewat mendapatkan imunisasi lengkap.

“PAUD harus menjadi pintu kedua setelah Posyandu untuk memastikan setiap anak memperoleh imunisasi lengkap,” ucap Dominggus.

Lewat Gerakan Ayo ke Posyandu dan Ayo Imunisasi, Dominggus berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan Posyandu secara rutin, sehingga cakupan imunisasi meningkat, angka stunting dapat ditekan, dan kualitas kesehatan masyarakat Papua Barat semakin baik.

“Sinergi lintas sektor adalah kebutuhan. Kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan, dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan tidak ada anak Papua Barat yang tertinggal dalam memperoleh pelayanan kesehatan dan imunisasi,” tutur Dominggus.

Pemberian Anugerah Imunisasi Tahun 2026 kepada media massa tersebut juga mendapat apresiasi dari UNICEF. Pimpinan UNICEF Perwakilan Papua, Aminuddin M. Ramdan, menilai media memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi yang benar terkait imunisasi dan kesehatan anak, sekaligus menjadi mitra penting pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat.

Menurutnya, penghargaan kepada Orideknews.com, Klik Papua, dan Antara News merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi media yang selama ini konsisten mengawal program imunisasi dan edukasi kesehatan masyarakat di Papua Barat.

“Media massa memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Dukungan media selama ini turut membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya imunisasi dan pelayanan kesehatan dasar bagi anak,” ujar Aminuddin.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi insan pers untuk terus mengedukasi masyarakat serta mendukung berbagai program pembangunan kesehatan di Papua Barat.

Pada kesempatan yang sama, Aminuddin menegaskan soal penguatan layanan Posyandu dan peningkatan cakupan imunisasi sebagai langkah strategis dalam memastikan pemenuhan hak-hak anak di Papua Barat.

Menurutnya, keberhasilan program kesehatan anak tidak dapat dicapai tanpa komitmen yang kuat dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat kampung.

“Kami melihat komitmen yang luar biasa dari Pemerintah Provinsi Papua Barat, TP Posyandu, TP PKK, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan seluruh pihak yang terlibat. Tanpa kerja sama yang kuat, berbagai upaya untuk meningkatkan kesehatan anak tidak mungkin dapat tercapai secara maksimal,” katanya.

Aminuddin mengingatkan Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat. Indonesia tercatat sebagai negara dengan beban tuberkulosis (TBC) tertinggi kedua di dunia. Selain itu, kasus difteri dan campak juga masih menjadi perhatian serius, meskipun penyakit tersebut dapat dicegah melalui imunisasi.

Di sisi lain, kanker serviks masih menjadi ancaman bagi perempuan Indonesia. Setiap jam, sekitar dua hingga tiga perempuan meninggal akibat penyakit tersebut. Sementara pada kelompok anak, diare dan pneumonia masih menjadi dua penyebab utama kematian bayi dan balita.

Menurut dia, berbagai persoalan kesehatan tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai angka statistik semata. Di balik setiap data terdapat anak-anak yang memiliki hak untuk hidup sehat, tumbuh, berkembang, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Di balik angka-angka itu ada anak-anak yang memiliki senyum, tawa, dan cita-cita. Jika mereka sakit, mengalami stunting, atau tidak mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, maka kesempatan mereka untuk berkembang secara optimal juga akan berkurang,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap peluncuran Gerakan Ayo ke Posyandu menjadi momen berharga untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus memastikan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu dapat berjalan secara optimal di seluruh wilayah Papua Barat.

Selain layanan kesehatan, ia juga menekankan pemenuhan hak identitas anak melalui kepemilikan akta kelahiran. Kata dia, pencatatan identitas merupakan bagian penting untuk memastikan setiap anak memperoleh akses terhadap layanan dasar, pendidikan, kesehatan, serta perlindungan sosial yang layak.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua Barat, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta seluruh mitra pembangunan yang selama ini mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak di Papua Barat.

UNICEF juga kata Aminuddin, menegaskan komitmen untuk terus mendampingi Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam mewujudkan generasi emas yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing.

“Kami ingin memastikan setiap anak di Papua Barat mendapatkan haknya, dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, serta menjadi generasi masa depan yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa,” tuturnya. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles