Top 5 This Week

Related Posts

Potensi PAD Rp5 M, DKP Papua Barat: Revitalisasi Cold Storage Terkendala Anggaran Pemprov

Orideknews.com, MANOKWARI Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua Barat, Prof. Origenes Ijie, mengungkapkan hingga kini belum ada realisasi dukungan anggaran untuk perbaikan fasilitas cold storage, meskipun pihaknya telah mengajukan permohonan dana kepada Badan Keuangan Daerah Papua Barat.

Padahal, jika didukung secara maksimal, sektor tersebut dinilai mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan.

Hal itu disampaikannya kepada awak media di kantornya, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, sejak DKP Papua Barat terbentuk, kontribusi PAD dari sektor tersebut hanya berada di kisaran Rp200 juta. Namun, dalam waktu singkat setelah dirinya menjabat, angka tersebut berhasil ditingkatkan secara signifikan.

“Awalnya PAD hanya sekitar Rp200 juta lebih. Namun setelah saya masuk, dalam waktu kurang lebih tiga minggu, kita genjot dan meningkat menjadi sekitar Rp600 juta,” ujarnya.

Ia menjelaskan, capaian tersebut baru berasal dari dua unit cold storage yang beroperasi di Kabupaten Fakfak. Sementara itu, masih terdapat sejumlah fasilitas serupa yang belum optimal karena mengalami kerusakan.

“Di Fakfak ada tiga cold storage. Dua berfungsi baik, satu dalam kondisi rusak. PAD Rp600 juta itu hanya dari Fakfak saja, belum dari daerah lain,” jelasnya.

Melihat potensi tersebut, pihaknya telah mengusulkan tambahan anggaran kepada pemerintah provinsi untuk memperbaiki fasilitas yang rusak agar dapat beroperasi secara maksimal. Namun hingga kini, dukungan tersebut belum terealisasi.

Ia memperkirakan, jika tiga unit cold storage di Fakfak dapat berfungsi optimal, maka kontribusi PAD dari daerah tersebut saja bisa mencapai Rp1 miliar dalam satu tahun.

“Kalau semua berfungsi, khusus Fakfak saja bisa sampai Rp1 miliar. Itu belum termasuk Manokwari, Teluk Wondama, Manokwari Selatan, dan Teluk Bintuni,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Origenes menyebut pihaknya membutuhkan dukungan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk memperbaiki seluruh sarana dan prasarana yang saat ini rusak.

“Kalau diberikan Rp5 miliar untuk perbaikan, tahun ini dan tahun depan semua bisa kita benahi. Pertengahan tahun depan Papua Barat sudah siap panen hasilnya,” tegasnya.

Ia juga mengaku, dengan pengalaman sebelumnya saat menjabat sebagai Kepala Biro Umum yang bukan merupakan instansi penghasil PAD dirinya mampu menciptakan sumber pendapatan baru.

Dengan dasar itu, ia optimis sektor kelautan dan perikanan dapat menjadi salah satu penyumbang PAD terbesar bagi Papua Barat.

“Kalau ada dukungan penuh, dalam dua tahun ke depan PAD dari cold storage saja bisa mencapai Rp5 miliar,” tambah Prof. Ijie (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles