BerandaKesehatanPKB Dinkes PB, Tenaga Kesehatan Ungkap Tantangan Pengobatan TB-HIV di Distrik Isim

PKB Dinkes PB, Tenaga Kesehatan Ungkap Tantangan Pengobatan TB-HIV di Distrik Isim

- Advertisement -spot_img

Orideknews.com, MANOKWARI SELATAN Pelayanan pengobatan Tuberkulosis (TB) dan HIV di Distrik Isim, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan tenaga medis, tingginya mobilitas pasien, hingga rendahnya kepatuhan mengonsumsi obat menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian serius.

Kondisi tersebut terungkap di sela-sela kegiatan Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat di Distrik Isim pada 2–5 Agustus 2026.

Kegiatan yang diinisiasi Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Papua Barat tersebut menyasar tujuh kampung, yakni Kampung Isim, Tubes, Duhugesa, Umusi, Dibera, Inyuara, dan Tahosta. Pelayanan melibatkan sejumlah dokter spesialis, di antaranya dr. Maria C.H. Warwe, Sp.A, dr. Asmawati Adnan, Sp.T.H.T.K.L, dr. Siti R. Saifoeddin, MPH, dr. Nur Wahida, serta dr. Fransiska R. Liling, SpPD.

Di tengah upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Penanggung Jawab Program TB-HIV Puskesmas Isim, Maria Thersia Gedji, mengungkapkan bahwa pelayanan HIV di wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan.

Menurut Maria, Puskesmas Isim masih berstatus sebagai puskesmas satelit dalam pelayanan HIV. Salah satu penyebabnya karena fasilitas kesehatan tersebut belum memiliki dokter tetap.

“Puskesmas Isim ini tidak ada dokter, masih satelit. Jadi kami hanya melayani layanan tes di sini. Untuk pengobatan dan koordinasi data, kami harus merujuk ke Puskesmas Momiwaren karena di sana ada dokter,” ujar Maria.

Saat ini, pihak Puskesmas Isim memantau pengobatan dua pasien HIV. Perkembangan pengobatan dan data pasien tersebut dilaporkan secara berkala kepada Puskesmas Momi.

Kondisi ini membuat tenaga kesehatan di Isim harus mengandalkan koordinasi dengan fasilitas kesehatan lain untuk memastikan pasien tetap mendapatkan layanan pengobatan sesuai kebutuhan.

Selain keterbatasan tenaga medis, mobilitas penduduk juga menjadi tantangan dalam memastikan keberlanjutan pengobatan pasien.

Maria mengatakan, sejumlah pasien kerap berpindah tempat tinggal dari Isim ke wilayah lain, seperti Bintuni, Momiwaren. Perpindahan tersebut membuat tenaga kesehatan kesulitan memastikan pasien tetap melanjutkan pengobatan di tempat tujuan.

“Susahnya begitu, mereka pindah-pindah terus. Kami bingung datanya nanti karena mereka seharusnya pasien transit, tapi sering tidak jelas apakah mereka melanjutkan ambil obat di daerah tujuan atau tidak,” jelasnya.

Ia mencontohkan salah satu pasien dari salah satu Kampung di Distrik Isim yang saat ini berada di Bintuni. Perpindahan tersebut membuat pemantauan terhadap keberlanjutan pengobatannya tidak dapat dilakukan secara optimal dari Puskesmas Isim.

Persoalan lain yang tidak kalah penting adalah kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Maria menyebut masih terdapat pasien yang menghentikan konsumsi obat ketika kondisi tubuh mulai membaik.

“Kalau mereka merasa sudah fit, mereka berhenti. Padahal obat harus diminum rutin. Ada pasien yang bilang sudah capek minum terus setiap malam,” ungkapnya.

Menurut dia, penghentian pengobatan tanpa pengawasan tenaga kesehatan dapat menimbulkan risiko serius bagi kondisi pasien.

Maria juga menceritakan pengalaman seorang pasien yang sempat mengalami perbaikan kondisi setelah rutin menjalani pengobatan. Namun, pasien tersebut kemudian berhenti mengambil obat selama beberapa bulan hingga akhirnya meninggal dunia.

Tidak hanya pasien, kesadaran anggota keluarga untuk menjalani pemeriksaan lanjutan juga masih menjadi perhatian. Maria menyebut terdapat anggota keluarga pasien HIV yang seharusnya melakukan pemeriksaan secara berkala setiap tiga bulan, tetapi belum kembali ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan. (ALW/ON).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini