BerandaDestinasi WisataTragedi Air Terjun Memti, Senator Filep: Tata Kelola dan Standar Keselamatan Destinasi...

Tragedi Air Terjun Memti, Senator Filep: Tata Kelola dan Standar Keselamatan Destinasi Wisata Papua Barat Harus Dibenahi

- Advertisement -spot_img

Orideknews.com, MANOKWARI – Ketua Komite III DPD RI yang membidangi pariwisata, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., C.L.A., menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Suryanto Idorway, presenter TVRI Papua Barat, yang meninggal dunia saat melakukan kegiatan eksplorasi wisata di kawasan Air Terjun Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Senator Filep Wamafma mengatakan, almarhum merupakan sosok pegiat seni, insan penyiaran, sekaligus pencinta alam yang memiliki dedikasi dalam memperkenalkan keindahan dan potensi wisata Papua Barat kepada masyarakat luas.

Menurutnya, aktivitas eksplorasi yang dilakukan almarhum bukan kegiatan pribadi, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata daerah agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

“Kita kehilangan seorang putra terbaik Papua Barat yang telah mengabdikan kemampuan dan kecintaannya kepada alam untuk memperkenalkan kekayaan wisata daerah. Dedikasi seperti ini seharusnya mendapat perlindungan dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Filep Wamafma.

Ia menilai, peristiwa yang terjadi di kawasan Air Terjun Memti harus menjadi momentum evaluasi dan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola sektor pariwisata di Papua Barat.

Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama pemerintah kabupaten/kota, kata dia, perlu segera memperkuat sistem pengelolaan destinasi wisata, terutama yang berkaitan dengan aspek keselamatan dan keamanan pengunjung.

Filep menyoroti masih adanya destinasi wisata yang belum memiliki pemetaan risiko, sistem informasi keselamatan yang memadai, maupun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas. Padahal, setiap destinasi wisata idealnya memiliki informasi mengenai tingkat risiko, jalur dan akses evakuasi, kontak darurat, hingga prosedur keselamatan yang mudah diakses wisatawan dan pegiat eksplorasi.

“Pengelolaan pariwisata tidak boleh lagi dilakukan secara konvensional. Pemerintah daerah harus membangun sistem informasi pariwisata yang terintegrasi dan memastikan setiap destinasi memiliki standar keamanan yang jelas. Keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Selain itu, Filep Wamafma menyoroti besarnya risiko yang dihadapi para fotografer, videografer, konten kreator, presenter, pemandu wisata, dan pegiat eksplorasi alam yang selama ini turut berkontribusi dalam membuka serta memperkenalkan destinasi-destinasi wisata baru di Papua Barat.

“Mereka adalah ujung tombak promosi pariwisata daerah. Karena itu, pemerintah harus memberikan pendampingan, pelatihan keselamatan, serta jaminan perlindungan agar aktivitas eksplorasi dapat dilakukan secara aman dan profesional,” katanya.

Terkait penanganan peristiwa tersebut, Ketua Komite III DPD RI meminta aparat penegak hukum menjalankan proses penyelidikan secara profesional, independen, objektif, dan transparan. Jika diperlukan, langkah-langkah pemeriksaan forensik, termasuk autopsi sesuai ketentuan hukum, perlu dilakukan untuk memastikan penyebab kematian dan memberikan kepastian hukum kepada keluarga korban maupun masyarakat.

“Kita berharap seluruh proses hukum dapat mengungkap fakta yang sebenarnya, apakah peristiwa ini murni merupakan kecelakaan atau terdapat unsur pidana. Jangan sampai muncul keraguan di tengah masyarakat. Keadilan bagi keluarga korban harus menjadi prioritas,” ujar Senator asal Papua Barat tersebut.

Ia juga meminta Kapolda Papua Barat, jajaran Polres, serta seluruh aparat penegak hukum terkait memastikan proses penyelidikan berjalan secara objektif dan memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Menurut Filep, kejelasan proses hukum tidak hanya penting untuk memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap keamanan destinasi wisata di Papua Barat.

“Papua Barat memiliki potensi wisata alam yang luar biasa. Namun, potensi tersebut harus dibangun di atas tata kelola yang profesional, sistem keamanan yang kuat, dan kepastian hukum. Jangan sampai Papua Barat dikenal memiliki alam yang indah, tetapi dianggap tidak aman bagi wisatawan maupun para pegiat wisata. Peristiwa ini harus menjadi titik balik untuk membenahi sektor pariwisata secara menyeluruh,” pungkas Dr. Filep Wamafma. (ALW/ON).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini