Orideknews.com, Pegunungan Arfak, – Ketua Tim Pembentukan Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Kabupaten Pegunungan Arfak, Ayub Msiren, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya reporter TVRI Papua Barat, Suryanto “Yanto” Idorway, yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Distrik Membey.
Ayub berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan ketabahan dan penghiburan kepada seluruh keluarga,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian, terutama masyarakat di sekitar Air Terjun Memti. Menurutnya, meski operasi pencarian resmi telah dihentikan pada hari ketujuh, masyarakat tetap melanjutkan pencarian secara swadaya hingga akhirnya jasad korban ditemukan pada hari kesembilan.
“Perjuangan masyarakat patut diapresiasi. Mereka terus mencari tanpa dibiayai, semata-mata karena ingin menjaga nama baik dan kehormatan wilayah mereka,” katanya.
Ayub menegaskan, pihaknya mendesak Polres Pegunungan Arfak untuk mengusut tuntas penyebab kematian Suryanto secara profesional, transparan, dan objektif.
Menurutnya, penyelesaian kasus tersebut sangat penting agar tidak menimbulkan spekulasi yang berdampak negatif terhadap sektor pariwisata di Pegunungan Arfak.
Ia menjelaskan dalam kajian pembentukan Perusahaan Daerah Kabupaten Pegunungan Arfak, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan yang akan dikembangkan.
“Jangan sampai muncul anggapan bahwa kawasan wisata di Pegunungan Arfak tidak aman atau menimbulkan rasa takut bagi wisatawan. Semua spekulasi itu harus dijawab melalui pengusutan yang tuntas dan transparan,” ucapnya.
Ayub menyatakan pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai motif di balik kematian korban. Fokus utama yang diharapkan adalah proses penegakan hukum yang mampu memberikan kepastian kepada keluarga korban maupun masyarakat.
“Kami tidak mencampuri motif di balik kematian almarhum. Yang kami harapkan adalah proses penyelesaiannya dilakukan secara terbuka, tuntas, dan dapat diterima oleh semua pihak, terutama keluarga korban,” ujarnya.
Ia juga meminta agar keluarga korban terus didampingi selama proses hukum berlangsung sehingga memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian Suryanto.
Selain itu, kata dia masyarakat di sekitar lokasi kejadian juga menginginkan penyelesaian yang jelas agar tidak muncul stigma negatif terhadap kawasan wisata Air Terjun Memti.
“Berdasarkan informasi dari masyarakat, selama ini kawasan tersebut tidak pernah mengalami kejadian serupa. Karena itu, kasus ini harus diselesaikan secara transparan agar tidak menimbulkan citra buruk terhadap destinasi wisata yang selama ini dikenal aman,” katanya.
Ayub menyatakan keyakinannya bahwa Kapolres Pegunungan Arfak akan menangani perkara tersebut secara adil, jujur, dan profesional.
“Kami percaya Kapolres anak Papua yang akan berdiri di tengah, bekerja secara hati-hati, objektif, dan transparan sehingga hasil penyelidikan nantinya dapat diterima oleh semua pihak serta tidak menimbulkan dugaan bahwa ada pihak tertentu yang dilindungi,” pungkasnya. (ALW/ON).