BerandaKesehatanGubernur Papua Barat Siapkan Langkah Atasi Kekurangan Dokter Spesialis di RSUP

Gubernur Papua Barat Siapkan Langkah Atasi Kekurangan Dokter Spesialis di RSUP

- Advertisement -spot_img

Orideknews.com, MANOKWARI, Pemerintah Provinsi Papua Barat memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Papua Barat. Berbagai strategi disiapkan, mulai dari merekrut dokter spesialis yang belum tersedia, memberikan insentif, hingga menyiapkan pendidikan dokter spesialis bagi putra-putri daerah.

Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., mengatakan penguatan layanan kesehatan di RSUP tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada ketersediaan sumber daya manusia, terutama dokter spesialis.

“Kalau rumah sakit sudah lengkap dengan dokter, alat kesehatan dan fasilitas yang memadai, masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar Papua,” kata Dominggus saat memimpin rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di Rumah Dinas Gubernur Papua Barat, Susweni, Senin (27/7/2026).

Untuk mempercepat pengembangan RSUP, Pemerintah Provinsi Papua Barat akan menganggarkan pengadaan konsultan pada APBD Perubahan 2026. Konsultan tersebut akan menyusun perencanaan pengembangan rumah sakit secara menyeluruh, termasuk memetakan kebutuhan dokter spesialis, tenaga kesehatan, alat kesehatan, fasilitas penunjang, hingga sistem manajemen rumah sakit.

Dominggus juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah akan mengontrak dokter spesialis pada bidang yang masih belum tersedia sambil menyiapkan program pendidikan dokter spesialis bagi putra-putri Papua Barat sebagai solusi jangka panjang.

Selain itu, penyediaan rumah dinas dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menarik dan mempertahankan dokter spesialis agar bersedia menetap dan memberikan pelayanan di Manokwari.

Menurutnya, pengembangan dokter spesialis juga harus didukung oleh lembaga pendidikan kesehatan di Papua Barat. Ia berharap Fakultas Kedokteran Universitas Papua (UNIPA) dan Poltekkes Kemenkes di Manokwari dapat berkembang menjadi institusi yang mandiri sehingga mampu menghasilkan tenaga kesehatan untuk memenuhi kebutuhan RSUP Papua Barat.

Sementara itu, Direktur RSUP Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap, mengatakan saat ini rumah sakit memiliki 17 dokter spesialis, tiga dokter tamu, serta 14 dokter yang terdiri atas tenaga kontrak dan aparatur sipil negara (ASN).

Untuk mempertahankan tenaga spesialis, RSUP memberikan insentif sebesar Rp25 juta per bulan bagi dokter spesialis ASN dan Rp35 juta per bulan bagi dokter spesialis kontrak. Selain itu, rumah sakit juga menyediakan fasilitas sewa rumah dan kendaraan, atau menggantinya dengan kupon bahan bakar minyak (BBM) bagi dokter yang telah memiliki rumah maupun kendaraan pribadi.

Arnoldus menjelaskan, dokter spesialis juga memperoleh jasa pelayanan medis yang dibayarkan setiap dua hingga tiga bulan sekali dari pendapatan rumah sakit yang bersumber dari klaim BPJS Kesehatan maupun pasien umum.

“Dokter spesialis memperoleh porsi jasa medis lebih besar karena menjadi penyumbang pelayanan terbesar di rumah sakit,” ujarnya.

Selain dokter spesialis, dokter umum kontrak menerima insentif Rp10 juta per bulan, sedangkan dokter umum ASN memperoleh Rp5 juta per bulan. Adapun dokter tamu menerima insentif Rp10 juta per bulan yang besarannya disesuaikan dengan jumlah pasien yang ditangani. (ALW/ON).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini