BerandaKesehatanPKB Dinkes Papua Barat, ISPA dan Infeksi Kulit Dominasi Keluhan Kesehatan Anak...

PKB Dinkes Papua Barat, ISPA dan Infeksi Kulit Dominasi Keluhan Kesehatan Anak di Distrik Rasiei

- Advertisement -spot_img

Orideknews.com, TELUK WONDAMA, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menggelar Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) di Distrik Rasiei, Kabupaten Teluk Wondama, pada 15–20 Juli 2026 sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Sikama pada 16 Juli 2026, kemudian dilanjutkan di Kampung Sanderawoy dan Kampung Yomba pada 17 Juli 2026 itu melibatkan tim tenaga kesehatan lintas bidang dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan melalui Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) menghadirkan sejumlah dokter spesialis, yakni dr. Maria C.H. Warwe, Sp.A sebagai dokter spesialis anak, dr. Asmawati Adnan, Sp.T.H.T.K.L sebagai dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorok (THT), dr. Siti R. Saifoeddin, MPH, dr. Krisnina Nurul W. Ayomi, Sp.PD, serta dr. Regina Susanti.

Pada hari pertama pelaksanaan di Kampung Sikama, puluhan warga dari berbagai kelompok usia memadati lokasi pelayanan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Antusiasme serupa juga terlihat pada pelayanan di Kampung Sanderawoy dan Kampung Yomba, di mana anak-anak, ibu hamil, hingga orang dewasa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

Berbagai layanan kesehatan diberikan secara langsung kepada masyarakat, meliputi pemeriksaan kolesterol, gula darah, asam urat, tes malaria, pemeriksaan kesehatan umum, hingga pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, dan lingkar lengan atas untuk menilai status gizi masyarakat.

Pelayanan dilakukan dengan sistem jemput bola, di mana tim medis mendatangi langsung kampung-kampung yang sulit dijangkau sehingga masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh layanan kesehatan.

Salah satu temuan penting dalam kegiatan tersebut adalah tingginya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan infeksi kulit pada anak-anak. Berdasarkan hasil pemeriksaan selama dua hari pelayanan, kedua penyakit tersebut menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan.

Dokter Spesialis Anak, dr. Maria C.H. Warwe, Sp.A mengatakan sebagian besar anak yang datang berobat mengalami ISPA, sementara infeksi kulit menjadi keluhan terbanyak kedua.

“Rata-rata hampir sebagian besar anak-anak datang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan disertai dengan infeksi kulit,” ujarnya usai memberikan pelayanan.

Ia menjelaskan, infeksi kulit yang ditemukan cukup beragam, mulai dari skabies, pioderma atau infeksi bakteri pada kulit, dermatitis akibat alergi, hingga infeksi jamur seperti panu (tinea versicolor).

Selain dua penyakit yang mendominasi tersebut, tim medis juga menemukan beberapa kasus lain dalam jumlah lebih sedikit, seperti diare dan gangguan saluran cerna atau dispepsia yang ditandai dengan keluhan perut kembung serta mual pada anak usia yang lebih besar.

Sementara itu, hasil pemeriksaan terhadap bayi berusia di bawah dua bulan menunjukkan kondisi kesehatan yang umumnya baik dan tidak ditemukan masalah kesehatan yang berarti.

Menurut dr. Maria, tingginya angka kasus ISPA dan infeksi kulit erat kaitannya dengan kondisi lingkungan. Rendahnya higiene sanitasi, kebersihan diri, serta kebersihan lingkungan menjadi faktor utama yang memicu munculnya berbagai penyakit infeksi pada anak.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, serta membiasakan anak mencuci tangan dan menjaga kebersihan tubuh guna mencegah penularan penyakit.

Ia berharap Pelayanan Kesehatan Bergerak ini, tidak hanya memberikan pengobatan kepada masyarakat, tetapi juga meningkatkan edukasi kesehatan, deteksi dini penyakit, serta upaya promotif dan preventif bagi masyarakat di wilayah terpencil.

“Kegiatan ini kami harap mampu memastikan warga di kampung-kampung yang memiliki keterbatasan akses tetap memperoleh pelayanan kesehatan,” tambahnya. (ALW/ON).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini