Orideknews.com, MANOKWARI, – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat terus memperkuat upaya pengendalian malaria melalui integrasi dengan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Integrasi Program Malaria dan KIA yang digelar di Kabupaten Manokwari, Kamis (16/7/26).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, mengatakan integrasi kedua program tersebut menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.
“Malaria masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Papua Barat. Karena itu, pelayanan malaria tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus terintegrasi dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak agar upaya pencegahan maupun penanganannya lebih efektif,” ujar dr. Alwan Rimosan.
Ia menjelaskan, ibu hamil dan anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami dampak serius akibat malaria. Oleh sebab itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan mampu mengintegrasikan skrining, pencegahan, hingga penanganan malaria ke dalam layanan KIA.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Papua Barat mencatat 11.660 kasus malaria positif pada 2025 dengan Annual Parasite Incidence (API) sebesar 19,84 per 1.000 penduduk. Dari tujuh kabupaten di Papua Barat, lima di antaranya masih berstatus daerah endemis tinggi malaria, sehingga memerlukan intervensi yang lebih terintegrasi.
Menurut dr. Alwan, kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting untuk mengukur efektivitas integrasi program sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi di lapangan.
“Melalui evaluasi ini kami ingin memastikan implementasi integrasi berjalan sesuai harapan, mengidentifikasi hambatan yang ada, serta menyusun langkah-langkah perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” katanya.
Pertemuan tersebut diikuti unsur Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, serta pengelola program malaria dan KIA dari sejumlah puskesmas di Kabupaten Manokwari. Agenda kegiatan meliputi pemaparan materi, diskusi, validasi data, hingga penyusunan rencana tindak lanjut. (ALW/ON).