Orideknews.com, MANOKWARI, – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menggelar Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) di Distrik Rasiei, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat pada Kamis, (16/7/26).
Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Sikama, ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) Dinas Kesehatan melalui Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) ini melibatkan tim tenaga kesehatan lintas bidang serta menghadirkan dokter spesialis, yakni dr. Maria C.H. Warwe, Sp.A selaku dokter spesialis anak, dr. Asmawati Adnan, Sp.T.H.T.K.L selaku dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok (THT), dr. Siti R. Saifoeddin, MPH, dr. Krisnina Nurul W Ayomi, SpPD dan dr.Regina Susanti.
Pada hari pertama pelaksanaan di Kampung Sikama, puluhan warga dari berbagai kelompok usia memadati lokasi pelayanan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Mulai dari anak-anak, ibu hamil, hingga orang dewasa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.
Berbagai jenis layanan kesehatan diberikan secara langsung kepada masyarakat, meliputi pemeriksaan kolesterol, gula darah, asam urat, tes malaria, hingga pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar perut, serta lingkar lengan guna menilai status gizi warga.
Pelayanan dilakukan dengan sistem jemput bola, di mana tim medis turun langsung ke kampung-kampung untuk menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Thomas O. Saghawari, mengatakan program Pelayanan Kesehatan Bergerak merupakan salah satu program prioritas yang sejalan dengan visi dan misi Gubernur Papua Barat dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan hingga ke pelosok daerah.
Menurutnya, PKB dirancang untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah sulit akses dan belum terlayani secara optimal oleh fasilitas kesehatan reguler seperti puskesmas maupun rumah sakit.
“PKB ini menyasar daerah-daerah yang tidak terjangkau layanan reguler. Kita turun langsung ke kampung dengan melibatkan berbagai bidang, mulai dari kesehatan masyarakat, pencegahan penyakit, hingga sumber daya manusia kesehatan,” ujar Thomas.
Ia menjelaskan, pendekatan dalam program ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kuratif atau pengobatan, tetapi juga mencakup aspek promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Harapannya setelah kita tinggalkan, masyarakat punya pemahaman yang cukup untuk menjaga kesehatan mereka, karena akses ke fasilitas kesehatan masih terbatas,” katanya.
Thomas menambahkan, kehadiran dokter spesialis dalam kegiatan ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi masyarakat kampung yang selama ini belum pernah mendapatkan pelayanan langsung dari tenaga medis spesialis.
“Ini mungkin hal baru bagi masyarakat di kampung. Kehadiran dokter spesialis tentu sangat membantu. Walaupun anggarannya terbatas, ini menjadi model pelayanan yang diharapkan bisa diikuti oleh kabupaten,” tambahnya. (ALW/ON).