BerandaKesehatanWabup Manokwari Ingatkan Peran Sekolah dan Orang Tua Sukseskan BIAS

Wabup Manokwari Ingatkan Peran Sekolah dan Orang Tua Sukseskan BIAS

- Advertisement -spot_img

Orideknews.com, MANOKWARI, Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sebagai upaya melindungi anak-anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Ajakan tersebut disampaikan Mugiyono saat membuka Pertemuan Advokasi, Koordinasi, dan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Dukungan Lintas Sektor pada Pelaksanaan BIAS di Kabupaten Manokwari yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari didukung UNICEF melalui Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat.

Menurut Mugiyono, anak-anak merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan pembangunan daerah. Karena itu, memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan terlindungi dari penyakit menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah merupakan salah satu upaya pemerintah memberikan perlindungan kepada anak-anak sekolah terhadap berbagai penyakit berbahaya seperti difteri, tetanus, campak, rubela, dan penyakit lainnya sesuai program imunisasi nasional,” kata Mugiyono.

Ia menyatakan, keberhasilan pelaksanaan BIAS tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan, pemerintah distrik dan kampung, tokoh agama, tokoh masyarakat, media massa, serta orang tua.

Mugiyono mengajak seluruh kepala sekolah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan imunisasi di sekolah masing-masing. Para guru juga diharapkan menjadi penyambung informasi yang benar kepada orang tua mengenai pentingnya imunisasi.

“Kami berharap seluruh anak dapat memperoleh imunisasi. Kalaupun masih ada orang tua yang menolak, lakukan pendekatan melalui komunikasi yang baik tanpa paksaan. Edukasi harus terus diberikan agar masyarakat memahami manfaat imunisasi,” ujarnya.

Ia mengakui masih terdapat keraguan di sebagian masyarakat akibat beredarnya informasi yang tidak akurat mengenai imunisasi. Karena itu, kegiatan sosialisasi dan edukasi dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar berdasarkan bukti ilmiah.

“Jangan sampai ada anak di Kabupaten Manokwari kehilangan kesempatan memperoleh perlindungan kesehatan hanya karena kurangnya informasi yang tepat,” tegasnya.

Mugiyono juga menyampaikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan yang selama ini memberikan pelayanan imunisasi dengan penuh dedikasi dan profesionalisme. Menurutnya, pelayanan yang ramah, aman, dan sesuai standar akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alexander Takdare,S.KM.,M.KM, mengatakan pertemuan advokasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan BIAS.

Menurutnya, BIAS bukan sekadar kegiatan rutin pemberian imunisasi, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Anak-anak yang sehat akan tumbuh menjadi pelajar yang cerdas, produktif, dan menjadi generasi penerus pembangunan.

“Pelaksanaan BIAS merupakan bagian dari Gerakan Sekolah Sehat yang membutuhkan kolaborasi erat antara sektor kesehatan, pendidikan, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Alexander menjelaskan, melalui pertemuan tersebut para peserta membahas penguatan dukungan kebijakan, koordinasi lintas sektor, penyusunan langkah strategis, hingga mitigasi berbagai kendala di lapangan, termasuk penanganan siswa yang tidak hadir maupun yang menolak saat pelaksanaan imunisasi di sekolah.

Selain penyampaian materi dari narasumber, kegiatan juga diisi dengan diskusi kelompok untuk merumuskan peran masing-masing instansi, penyusunan rencana tindak lanjut, serta penandatanganan komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan BIAS.

“Kami berharap tidak ada lagi penolakan terhadap imunisasi di sekolah. Dengan sinergi seluruh pihak, setiap anak dapat memperoleh haknya untuk mendapatkan perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi,” ujar Alexander.

Ia menyampaikan, pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan kesamaan persepsi seluruh peserta mengenai tugas dan fungsi masing-masing, tersusunnya rencana aksi di setiap institusi, serta penguatan komitmen bersama guna meningkatkan cakupan imunisasi anak sekolah di Kabupaten Manokwari. (ALW/ON).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini