Orideknews.com, MANOKWARI, – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Papua Barat tahun 2026 berlangsung secara ketat dan transparan. Dari rangkaian seleksi tersebut, satu pasang pelajar berhasil lolos mewakili Papua Barat pada Paskibraka tingkat nasional, sementara 36 personel disiapkan untuk bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat provinsi.
Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat, Theodorus Kawer, mengatakan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara profesional dengan pengawasan langsung dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Menurutnya, seleksi tahun ini menggunakan sistem berbasis aplikasi yang memungkinkan seluruh proses penilaian dipantau secara terbuka oleh panitia pusat.
“Yang menentukan kelulusan adalah BPIP atau panitia seleksi nasional, bukan dari tingkat provinsi. Kami tidak bisa melakukan intervensi terhadap hasil tersebut,” kata Theodorus.
Ia menjelaskan, Papua Barat mengirimkan tiga pasang calon Paskibraka untuk mengikuti seleksi tingkat nasional di Jakarta selama sepekan. Dari hasil seleksi tersebut, BPIP menetapkan satu pasang terbaik sebagai wakil Papua Barat di tingkat nasional.
Kedua pelajar yang lolos berasal dari SMK Kehutanan Negeri Manokwari dan SMK Negeri 1 Manokwari. Theodorus menyebut, seluruh peserta yang dikirim ke seleksi nasional merupakan Orang Asli Papua (OAP).
Sementara itu, untuk tingkat provinsi, sebanyak 101 peserta mengikuti proses seleksi. Dari jumlah tersebut dipilih 38 peserta, termasuk dua orang yang menjadi cadangan nasional. Sebanyak 36 peserta lainnya akan bertugas sebagai anggota Paskibraka Provinsi Papua Barat.
Para peserta tersebut merupakan perwakilan dari tiga kabupaten yang mengirimkan delegasi, yakni Manokwari, Manokwari Selatan, dan Fakfak.
Theodorus mengungkapkan, partisipasi daerah pada seleksi tahun ini belum maksimal. Dari tujuh kabupaten di Papua Barat yang telah menerima surat pemberitahuan sejak Maret 2026, hanya tiga kabupaten yang mampu mengirimkan peserta.
Menurutnya, sejumlah daerah mengaku terkendala efisiensi anggaran sehingga tidak dapat membiayai keberangkatan peserta ke Manokwari untuk mengikuti tahapan seleksi.
Selain seleksi administrasi dan kemampuan, pemeriksaan kesehatan juga menjadi salah satu tahapan penting di tingkat provinsi. Berbeda dengan seleksi di tingkat kabupaten, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai poliklinik di Rumah Sakit Provinsi guna memastikan kondisi fisik peserta benar-benar memenuhi standar.
Peserta yang dinyatakan lolos dijadwalkan mulai mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan pada 20 Juli hingga 18 Agustus 2026 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Amban, Manokwari.
Selama masa karantina, para calon Paskibraka akan mendapatkan pembinaan dari pelatih TNI Angkatan Darat, tim medis Rumah Sakit Provinsi Papua Barat, serta pembina dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi Papua Barat sebagai persiapan menghadapi pelaksanaan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (ALW/ON).