Orideknews.com, MANOKWARI, – Penampilan Kontingen Maluku pada ajang Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat tidak hanya memukau dari sisi musikalitas, tetapi juga melalui penampilan kostum yang sarat makna dan mencerminkan identitas daerah.
Salah satu peserta Kontingen Maluku, Reylend Tasaney, mengungkapkan bahwa proses perancangan kostum dilakukan dengan mempertimbangkan konsep warna, model, serta unsur budaya yang ingin ditampilkan kepada publik.
“Yang penting dulu kita tahu maunya warna apa, kemudian modelnya seperti apa. Setelah itu baru kita mencari referensi desain, termasuk dari Pinterest, untuk mendapatkan konsep yang sesuai,” ujar Reylend.
Ia menjelaskan, proses pengerjaan kostum tersebut memakan waktu sekitar dua minggu hingga selesai. Dalam prosesnya, tim juga memperhatikan berbagai detail ornamen dan nuansa budaya yang merepresentasikan karakter khas Maluku.
“Ada cerita dan makna yang ingin disampaikan melalui kostum ini, termasuk nuansa dan motif-motif tertentu seperti bunga yang menggambarkan identitas budaya Maluku,” katanya.
Reylend menyebut, seluruh proses pembuatan kostum dipercayakan kepada penjahit lokal asal Ambon, yakni Evi Hanusa. Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut menjadi bagian dari upaya kontingen untuk memberdayakan sumber daya daerah sekaligus mempertahankan sentuhan autentik budaya Maluku dalam setiap detail busana yang ditampilkan.
Menurutnya, pemilihan warna hitam sebagai warna dominan pada kostum bukan tanpa alasan. Warna tersebut dipilih untuk menghadirkan kesan elegan dan berwibawa saat para peserta tampil di atas panggung.
Sementara itu, peserta Kontingen Maluku lainnya, Whisye Matahelumual, menilai bahwa kostum merupakan bagian penting dalam mendukung keseluruhan penampilan sebuah kontingen dalam ajang Pesparawi.
Menurut Whisye, selain kualitas vokal dan penguasaan materi lagu, penampilan visual melalui kostum mampu memperkuat pesan budaya yang ingin disampaikan kepada penonton maupun dewan juri.
“Kostum bukan sekadar pakaian yang dikenakan saat tampil, tetapi juga menjadi identitas dan representasi daerah yang kami bawa. Karena itu, kami berupaya menampilkan sesuatu yang elegan, berkarakter, dan tetap mencerminkan kekayaan budaya Maluku,” ujarnya.
Ia berharap penampilan Kontingen Maluku pada Pesparawi Nasional XIV dapat memberikan kesan positif sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Maluku kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia. (ALW/ON).