Orideknews.com, MANOKWARI, – Pengurus Daerah Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Papua Barat menggelar Workshop Literasi Jurnal dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Relawan Jurnal Indonesia, Jumat (26/6/2026), di Ruang Microteaching Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Papua (UNIPA), Manokwari.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid tersebut mengusung tema “Workshop Penulisan Artikel Ilmiah (Panduan Menulis Hingga Submit ke Jurnal Terindeks): Meningkatkan Daya Saing Riset Papua Barat.”
Workshop menghadirkan Wakil Ketua RJI Pusat sekaligus Editor Directory of Open Access Journals (DOAJ), Andista Candra Yusro, M.Pd., sebagai narasumber utama yang membawakan materi mengenai panduan publikasi dan proses submit artikel ke jurnal terindeks. Selain itu, Prof. Dr. Rima Herlina Setiawati Siburian, S.Hut., M.Si., dari Pengurus Daerah RJI Papua Barat memberikan materi tentang teknik penulisan artikel ilmiah serta coaching clinic penulisan.
Peserta kegiatan terdiri atas dosen, guru, mahasiswa, peneliti, pengelola jurnal, hingga praktisi pendidikan yang ingin meningkatkan kemampuan dalam penulisan dan publikasi karya ilmiah. Selain memperoleh materi, peserta juga mendapat kesempatan berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai strategi publikasi dan penyusunan artikel yang siap diajukan ke jurnal bereputasi.
Ketua Pengurus Daerah RJI Papua Barat, Dr. Irfan Yusuf, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut memiliki makna istimewa karena tidak hanya menjadi bagian dari peringatan satu dekade perjalanan RJI, tetapi juga menandai langkah awal penguatan kepengurusan RJI Papua Barat yang baru terbentuk.

Menurutnya, sebelumnya wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya berada dalam satu kepengurusan. Namun, setelah adanya penataan wilayah pasca pembentukan provinsi baru, Pengurus Daerah RJI Papua Barat kini berdiri sebagai kepengurusan tersendiri.
“Perubahan ini bukan sekadar perubahan struktur organisasi, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi, memperluas jejaring, dan mendekatkan ruang belajar di antara kita semua,” ujarnya.
Irfan berharap keberadaan kepengurusan baru dapat memperkuat sinergi antara akademisi, pengelola jurnal, dan peneliti di Papua Barat. Ia juga mengajak dosen, guru, mahasiswa, dan peneliti untuk bergabung sebagai bagian dari Relawan Jurnal Indonesia.
Ke depan, RJI Papua Barat berkomitmen membangun kolaborasi yang lebih luas dalam berbagai kegiatan peningkatan kualitas pengelolaan jurnal dan publikasi ilmiah. Tidak hanya terkait penulisan artikel, organisasi tersebut juga menaruh perhatian pada isu strategis lainnya, seperti penguatan keamanan sistem Open Journal System (OJS) dan perlindungan data jurnal.
“Kami ingin RJI Papua Barat menjadi ruang belajar, berbagi pengalaman, dan berkolaborasi bagi seluruh akademisi di Papua Barat, termasuk dalam pengelolaan jurnal,” kata Irfan.
Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan literasi jurnal yang dilaksanakan serentak oleh Pengurus Daerah RJI di seluruh Indonesia dalam menyemarakkan HUT ke-10 RJI.
Kegiatan tersebut, RJI Papua Barat berkomitmen mendukung peningkatan kualitas publikasi ilmiah, memperkuat budaya riset, serta memperluas jejaring akademik di tingkat daerah maupun nasional. (***/ALW/ON).