Orideknews.com, MANOKWARI, – Kontingen Maluku memaknai keikutsertaan mereka pada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari bukan semata sebagai ajang kompetisi, melainkan sebagai sarana untuk memuliakan Tuhan melalui pujian dan nyanyian gerejawi.
Hal itu disampaikan pelatih sekaligus dirigen kontingen Maluku, Ronald Johanes Istia, usai penampilan timnya pada ajang Pesparawi Nasional XIV di Manokwari.
Menurut Ronald, persiapan yang dimiliki kontingen Maluku tergolong singkat mengingat para peserta berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku sehingga kesempatan untuk berlatih bersama secara langsung sangat terbatas.
“Karena kami berasal dari kabupaten yang berbeda-beda, kami jarang bertemu. Beberapa tahun terakhir ini kami baru bisa berkumpul dan melaksanakan latihan bersama beberapa hari sebelum pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai seluruh anggota kontingen telah memberikan penampilan terbaik sesuai kemampuan yang dimiliki masing-masing peserta.
“Kami harus puas dan bersyukur atas apa yang telah ditampilkan. Puji Tuhan, itu yang paling penting bagi kami,” katanya.
Ronald menjelaskan berbagai persiapan dilakukan secara matang, termasuk pemilihan kostum yang dilakukan bersama oleh para peserta agar tetap seragam dan sesuai dengan konsep penampilan yang dibawakan.
Selain aspek penampilan, perhatian juga diberikan pada penyusunan partitur, ritme, serta interpretasi lagu agar pesan dan makna pujian dapat tersampaikan dengan baik kepada para penonton maupun dewan juri.
Ia berharap kontingen Maluku dapat meraih hasil terbaik dalam pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV. Namun, menurutnya, nilai utama dari kegiatan tersebut tetap terletak pada semangat pelayanan dan persekutuan antarumat Kristiani dari seluruh Indonesia.
“Harapan kami tentu Maluku bisa memperoleh hasil yang baik. Tetapi lebih dari itu, Pesparawi bukanlah ajang untuk bersaing semata, melainkan ajang untuk memuji Tuhan. Semoga melalui kegiatan ini kita semua dapat terus bersama-sama melayani dan memuliakan Tuhan melalui musik gerejawi, baik di gereja maupun dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. (ALW/ON).