Orideknews.com, PEGUNUNGAN ARFAK, — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Arfak, Saulus Dowansiba, S.KM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat atas pelaksanaan Program Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) di Distrik Membey.
Menurut Saulus, kegiatan yang dilaksanakan melalui Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) tersebut sangat membantu masyarakat di wilayah terpencil untuk memperoleh akses layanan kesehatan yang layak dan optimal.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat,” ujar Saulus.
Ia berharap melalui pelayanan kesehatan bergerak tersebut, masyarakat di Kampung Membey, Imbesba, dan Inyebo semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar.
Menurutnya, program PKB tidak hanya berfokus pada pengobatan atau layanan kuratif, tetapi juga menjadi sarana promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Pelayanan ini bukan hanya pengobatan, tetapi juga bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan,” katanya.
Saulus menilai, keberadaan tenaga medis dan dokter spesialis yang turun langsung ke kampung-kampung menjadi kesempatan penting bagi masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan secara menyeluruh.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat semakin meningkat dan akses layanan kesehatan di daerah terpencil dapat semakin merata.
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menggelar Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) di Distrik Membey, Kabupaten Pegunungan Arfak, pada 21–25 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kampung Membey, Imbesba, dan Inyebo sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pedalaman.
Kegiatan PKB dihadiri Kepala Kampung Membey Endy Bernad Ailley, Plt Kepala Distrik Membey Pitson Indwek, serta perwakilan Kodim 1812/Pegunungan Arfak, Sertu Syahril.
Program pelayanan kesehatan itu melibatkan tenaga kesehatan lintas bidang dan menghadirkan sejumlah dokter spesialis, di antaranya dr. Maria C.H. Warwe, Sp.A selaku dokter spesialis anak, dr. Asmawati Adnan, Sp.T.H.T.K.L sebagai dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorok (THT), serta dr. Mariama selaku dokter spesialis kejiwaan.
Ketua Tim PKB, Rosita, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keterlambatan pelaksanaan pelayanan yang semula dijadwalkan berlangsung pada Rabu (20/5/2026) akibat kendala cuaca.
“Kami mohon maaf juga kepada bapak ibu yang telah hadir dan menunggu pelayanan kemarin,” ujarnya.
Rosita menjelaskan, kegiatan PKB kali ini juga terintegrasi dengan Pelayanan Kesehatan Tradisional yang memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan pengobatan tradisional.

Pada hari pertama pelaksanaan, ratusan warga dari berbagai kelompok usia memadati lokasi pelayanan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Berbagai layanan diberikan secara langsung, mulai dari pemeriksaan kolesterol, gula darah, asam urat, tes malaria, hingga pengukuran status gizi masyarakat.
Pelayanan dilakukan dengan sistem jemput bola, di mana tim medis turun langsung ke kampung-kampung guna menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.
Selain pelayanan kesehatan umum dan spesialis, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat melalui Seksi Pelayanan Kesehatan Tradisional juga melaksanakan kegiatan pemberdayaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan akupresur yang terintegrasi dalam program PKB. (ALW/ON).



