Orideknews.com, Pegunungan Arfak, — Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menggelar Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) di Distrik Membey, Kabupaten Pegunungan Arfak, pada 21–25 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Kampung Membey, Imbesba, dan Inyebo sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Kegiatan PKB dihadiri Kepala Kampung Membey Endy Bernad Ailley, Plt Kepala Distrik Membey Pitson Indwek, serta perwakilan Kodim 1812/Pegunungan Arfak, Sertu Syahril.
Program pelayanan kesehatan itu melibatkan tenaga kesehatan lintas bidang dan menghadirkan sejumlah dokter spesialis, di antaranya dr. Maria C.H. Warwe, Sp.A selaku dokter spesialis anak, dr. Asmawati Adnan, Sp.T.H.T.K.L sebagai dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorok (THT), serta dr. Mariama Nainggolan, M.Med.Sc, Sp,KJ selaku dokter spesialis kejiwaan.
Ketua Tim PKB, Rosita, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keterlambatan pelaksanaan pelayanan yang semula dijadwalkan berlangsung pada Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, kendala cuaca menyebabkan tim kesehatan baru tiba pada sore hari.
“Kami mohon maaf juga kepada bapak ibu yang telah hadir dan menunggu pelayanan kemarin,” ujarnya.
Rosita menjelaskan, kegiatan PKB kali ini terintegrasi dengan Pelayanan Kesehatan Tradisional yang turut memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Pengobatan ini terdiri dari dokter spesialis THT, dokter spesialis anak, dan dokter spesialis kejiwaan,” katanya.
Pada hari pertama pelaksanaan, ratusan warga dari berbagai kelompok usia memadati lokasi pelayanan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Anak-anak, ibu hamil, hingga orang dewasa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.
Berbagai layanan kesehatan diberikan secara langsung kepada masyarakat, meliputi pemeriksaan kolesterol, gula darah, asam urat, tes malaria, hingga pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, dan lingkar lengan guna menilai status gizi warga.
Pelayanan dilakukan dengan sistem jemput bola, di mana tim medis turun langsung ke kampung-kampung untuk menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.
Rosita juga meminta masyarakat memanfaatkan kehadiran para dokter spesialis untuk berkonsultasi maupun mendapatkan pengobatan sesuai keluhan kesehatan yang dialami.
“Ada juga pemeriksaan darah baik pemeriksaan gula, asam urat dan kolesterol,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kampung Membey, Endy Bernad Ailley, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Barat di wilayahnya.
Selain pelayanan kesehatan umum dan spesialis, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat melalui Seksi Pelayanan Kesehatan Tradisional juga melaksanakan kegiatan pemberdayaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan akupresur yang terintegrasi dengan program PKB.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi Seksi Pelayanan Kesehatan Tradisional untuk turun langsung ke lapangan memberikan pelayanan sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan pengobatan tradisional. (ALW/ON).



