Top 5 This Week

Related Posts

Berikut Harga LPG Nonsubsidi di Manokwari, Pertamina Pastikan Stok Aman

Orideknews.com, MANOKWARI, Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan stok liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi di Provinsi Papua Barat dalam kondisi aman. Hingga 14 Mei 2026, total stok yang tersedia tercatat mencapai 9.155 tabung, terdiri atas LPG 5,5 kilogram sebanyak 1.433 tabung, LPG 12 kilogram sebanyak 7.602 tabung, dan LPG 50 kilogram sebanyak 120 tabung.

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Papua Barat, Ahmad Sofyan Halim, mengatakan pendistribusian LPG ke Papua Barat dilakukan dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Ambon dan Surabaya, dengan menyesuaikan jadwal pelayaran kapal.

“Jalurnya bukan jalur reguler, sehingga harus mengikuti penyesuaian jadwal kapal. Saat ini stok sudah masuk ke empat agen resmi di Papua Barat,” kata Sofyan di Manokwari, Senin.

Ia menjelaskan, stok yang telah tersedia di tingkat agen memiliki ketahanan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa pekan ke depan. LPG 5,5 kilogram diproyeksikan bertahan hingga 21 hari, LPG 12 kilogram selama 36 hari, dan LPG 50 kilogram sekitar 41 hari.

Selain stok yang telah tersedia, Pertamina juga terus melakukan distribusi tambahan guna mencegah kekosongan pasokan. Saat ini, sebanyak 3.941 tabung masih dalam perjalanan menuju Papua Barat, dengan estimasi tiba sekitar 2 Juni 2026.

Rinciannya, tambahan pasokan tersebut terdiri atas 1.063 tabung LPG 5,5 kilogram, 2.868 tabung LPG 12 kilogram, dan 20 tabung LPG 50 kilogram.

“Ada 3.941 tabung yang masih dalam perjalanan. Kami berharap jadwal kedatangannya tidak meleset,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan pembelian dan potensi penimbunan, Pertamina telah berkoordinasi dengan empat agen resmi di Papua Barat agar memperketat pengawasan penjualan.

Setiap konsumen yang membeli LPG nonsubsidi diwajibkan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) guna mencegah pembelian berulang oleh pihak yang sama.

“Setiap pembelian harus membawa KTP supaya tidak terjadi panic buying, sekaligus mencegah orang yang sama datang membeli berulang-ulang,” jelas Sofyan.

Sofyan juga menjelaskan bahwa harga jual LPG nonsubsidi mengalami penyesuaian seiring perubahan pola distribusi, yang memperhitungkan harga pokok produk, biaya distribusi, margin agen, serta pajak pertambahan nilai (PPN).

Di wilayah Manokwari yang mendapat suplai dari SPBE Ambon, harga LPG 5,5 kilogram ditetapkan Rp245 ribu per tabung, LPG 12 kilogram Rp495 ribu, dan LPG 50 kilogram Rp2,5 juta.

Sementara di Teluk Bintuni, harga LPG 5,5 kilogram dipatok Rp275 ribu per tabung dan LPG 12 kilogram Rp520 ribu.

Adapun di Fakfak yang disuplai dari SPBE Surabaya, LPG 5,5 kilogram dijual Rp220 ribu per tabung, LPG 12 kilogram Rp420 ribu, dan LPG 50 kilogram tetap Rp2,5 juta.

Saat ini terdapat empat agen resmi LPG nonsubsidi di Papua Barat, masing-masing dua agen di Manokwari, satu agen di Teluk Bintuni, dan satu agen di Fakfak.

Berdasarkan data Pertamina, realisasi konsumsi LPG nonsubsidi di Papua Barat sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 336,88 metrik ton (MT). Konsumsi terbesar tercatat di dua agen Manokwari masing-masing 191,68 MT dan 41,27 MT, disusul Fakfak sebesar 89,63 MT, serta Teluk Bintuni 14,3 MT. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles