Top 5 This Week

Related Posts

Penanganan Banjir Manokwari Dinilai Cepat, Legislator Haryono Soroti Bangunan Liar di DAS Wosi

Orideknews.com, MANOKWARI – Pemerintah daerah kabupaten Manokwari dinilai bergerak cepat dalam menangani bencana banjir yang terjadi di kawasan Wosi, Manokwari.

Bupati Manokwari, Hermus Indou dan Wakil Bupati, Mugiyono bersama stakeholder terkait sigap melakukan langkah tanggap darurat, mulai dari penyaluran bantuan hingga pendirian posko bagi warga terdampak.

Hal ini dikatakan Anggota DPRK Manokwari, Haryono M.K May, SE., M.E saat melakukan peninjauan langsung di lokasi terdampak banjir, belum lama ini.

Namun demikian, menurut Ketua DPD Golkar Manokwari ini, persoalan mendasar penyebab banjir belum sepenuhnya tertangani. Dari hasil peninjauan lapangan, ditemukan bahwa banjir dipicu oleh kondisi daerah aliran sungai (DAS) Wosi yang mengalami penyempitan, khususnya di bagian hilir.

Haryono menjelaskan, pada bagian hulu sungai sebenarnya telah dilakukan penataan sejak masa pemerintahan sebelumnya, termasuk pembangunan talud oleh pemerintah provinsi. Akan tetapi, kondisi di bagian hilir berbeda, di mana banyak bangunan yang diduga tidak memiliki izin dan berdiri di atas sempadan sungai.

“Di lapangan kami temukan ada bangunan yang bahkan baru tahap fondasi, namun sudah terdampak banjir karena posisinya tepat di aliran sungai,” ungkapnya, Rabu, (15/4/26).

Untuk itu, DPRK Manokwari berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan dinas terkait guna mengevaluasi keberadaan bangunan-bangunan tersebut, termasuk memeriksa legalitas perizinannya.

Selain itu, persoalan tata ruang juga menjadi perhatian. Secara umum, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) telah mengatur peruntukan kawasan, namun pengaturan teknis seperti jarak aman antara bangunan dan aliran sungai menjadi kewenangan lebih spesifik dari dinas teknis, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten Manokwari.

Dari hasil pengamatan di lapangan, kawasan hilir DAS Wosi dinilai sudah semrawut dengan pembangunan permukiman yang tidak tertata. Kondisi ini dikhawatirkan akan terus memperparah banjir jika tidak segera ditertibkan.

“Lebih baik kita tegas sekarang daripada dibiarkan. Kalau tidak, setiap hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, banjir akan terus terjadi,” tegas Haryono.

Selain faktor bangunan liar, banjir juga dipengaruhi oleh pembukaan lahan di sekitar daerah aliran sungai, terutama di wilayah lereng, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Saat peninjauan di Kali Wosi, lanjutnya, masih ditemukan warga yang membuang sampah langsung ke sungai, yang dapat memperparah pendangkalan dan penyumbatan aliran air.

Sebagai langkah antisipasi jangka pendek, pemerintah daerah melalui kerja sama dengan balai wilayah sungai telah melakukan pengerukan sungai. Namun ke depan, lanjut Haryono upaya tersebut perlu dilanjutkan hingga ke bagian hilir, termasuk pelebaran sungai dan penertiban bangunan di sempadan.

“Kami harap dengan penanganan menyeluruh dari hulu hingga hilir, risiko banjir di kawasan Wosi dapat diminimalkan,” pesan Haryono. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles