Top 5 This Week

Related Posts

Beasiswa Kedokteran OAP, Pemprov Papua Barat Wajibkan Penerima Kembali Mengabdi

Orideknews.com, MANOKWARI, – Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Pendidikan menyiapkan program khusus beasiswa kedokteran bagi Orang Asli Papua (OAP) yang dibiayai melalui program Papua Barat Cerdas. Program yang akan dimulai April 2026 ini dirancang untuk menjawab kekurangan tenaga dokter, khususnya di wilayah terpencil.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, mengungkapkan setiap penerima beasiswa direncanakan mendapatkan dukungan biaya pendidikan hingga Rp100 juta per tahun.

“Ini program khusus untuk kedokteran bagi orang asli Papua. Kita rencanakan satu orang bisa menerima sekitar 100 juta per tahun,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan program ini akan disertai komitmen kuat dari para penerima manfaat. Setiap mahasiswa diwajibkan menandatangani surat pernyataan bermeterai untuk kembali dan mengabdi di Papua Barat setelah menyelesaikan studi.

Kebijakan tersebut diambil berdasarkan evaluasi sebelumnya, di mana sejumlah penerima beasiswa tidak kembali ke daerah asal setelah lulus.

“Fakta menunjukkan ada yang sudah kita biayai, tetapi setelah selesai mereka tidak kembali mengabdi. Ini yang kita antisipasi dengan pernyataan kesediaan,” tegasnya.

Barnabas menjelaskan, program ini masih dalam tahap penyusunan standar operasional prosedur (SOP). Sementara kuota penerima belum ditetapkan dan akan disesuaikan dengan jumlah pendaftar serta kebutuhan daerah.

“Nanti kita lihat dulu animo masyarakat, khususnya untuk OAP. Kalau masih kurang, kita akan komunikasikan kembali,” katanya Rabu, (15/4/26).

Ia juga menyebut beasiswa hanya diberikan kepada mahasiswa yang telah resmi berstatus aktif kuliah. Pemerintah tidak menanggung biaya pendaftaran awal.

“Yang kita biayai itu mereka yang sudah kuliah. Syaratnya jelas, harus ada surat aktif kuliah, kartu mahasiswa, dan transkrip nilai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Barnabas mengingatkan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam penempatan tenaga dokter setelah lulus. Menurutnya, pemerintah daerah harus proaktif memanfaatkan lulusan program tersebut.

Ia mencontohkan sejumlah wilayah seperti Pegunungan Arfak dan Manokwari Selatan yang masih mengalami kekosongan tenaga dokter di puskesmas.

“Kalau mereka sudah selesai, kabupaten harus cepat merespons. Jangan hanya menunggu provinsi. Ini anak daerah, harus ditempatkan di wilayah yang membutuhkan,” ujarnya. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles