Orideknews.com, MANOKWARI, – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Papua Barat mulai menggerakkan konsolidasi organisasi melalui pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) di seluruh kabupaten se-Papua Barat.
Langkah tersebut ditandai dengan diterbitkannya surat instruksi kepada seluruh pimpinan DPD Partai Golkar tingkat kabupaten untuk segera mempersiapkan dan menyelenggarakan Musda dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.
Sekretaris DPD Partai Golkar Papua Barat, Ferry Auparay menjelaskan, surat instruksi tersebut telah disampaikan kepada pimpinan Golkar di Kabupaten Manokwari, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Fakfak, dan Manokwari Selatan.
Menurutnya, saat ini hanya DPD Golkar Kabupaten Manokwari Selatan yang masih mengalami kekosongan kepemimpinan. Berbeda dengan Kabupaten Kaimana yang telah dipimpin karateker.
“Khusus Manokwari Selatan masih kosong, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama kami akan menunjuk mandat sementara untuk memimpin hingga Musda Golkar Manokwari Selatan dilaksanakan,” ujarnya.
Ia mengatakan, pelaksanaan Musda menjadi agenda penting untuk memperkuat konsolidasi partai menghadapi dinamika politik yang terus berkembang, baik di daerah maupun tingkat nasional. Karena itu, seluruh jajaran partai diminta melaksanakan instruksi tersebut secara bertanggung jawab dan sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan.
“Arahan Ketua DPD Golkar Papua Barat dan Ketua Harian kepada saya sebagai Sekretaris Partai adalah mengawal penuh pelaksanaan Musda. Ini juga merupakan keputusan pleno bahwa seluruh Musda kabupaten se-Papua Barat dikendalikan dan dilaksanakan oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Papua Barat,” katanya.
Ferry menyebut, seluruh kepengurusan DPD Golkar kabupaten pada dasarnya telah memasuki masa akhir jabatan pada tahun 2026. Oleh sebab itu, diperlukan kepemimpinan definitif yang dapat menjalankan konsolidasi organisasi secara maksimal hingga ke tingkat kampung.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada karateker maupun pengurus demisioner. Semua masa jabatan sudah berakhir, sehingga diperlukan kepemimpinan definitif untuk memperkuat organisasi partai,” ucapnya.
Untuk memastikan pelaksanaan Musda berjalan sesuai jadwal, dirinya akan melakukan monitoring langsung ke sejumlah daerah. Setelah perayaan Idul Adha, ia berencana melakukan kunjungan kerja ke beberapa kabupaten yang menjadi perhatian khusus.
“Saya baru dari Teluk Bintuni dan persiapannya sudah cukup baik. Setelah itu saya ke Teluk Wondama, kemudian Kaimana, dan terakhir Manokwari Selatan. Untuk Pegunungan Arfak, Manokwari, dan Fakfak tidak ada masalah karena laporan persiapan dari daerah sudah berjalan baik,” jelasnya.
Menurut Ferry, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, dan Manokwari Selatan menjadi fokus pengawasan agar target penyelenggaraan Musda dalam waktu tiga bulan dapat tercapai.
Lebih lanjut, kata Ferry, DPD Golkar Papua Barat juga mulai mempersiapkan agenda pelantikan kepengurusan baru hasil Musda. Pelantikan tersebut diharapkan dapat dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan pengurus DPD Golkar Papua Barat agar lebih efisien.
“Harapan kami, pelantikan provinsi dan kabupaten bisa dilakukan secara bersamaan dan disaksikan langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bapak Bahlil Lahadalia. Selain memperkuat konsolidasi partai, langkah ini juga akan lebih efisien dari sisi anggaran,” katanya.
Meski demikian, jadwal pelantikan masih menyesuaikan agenda Ketua Umum Partai Golkar yang saat ini juga menjalankan tugas sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Kalau DPP siap satu bulan ke depan, sebenarnya provinsi sudah siap dilantik. Namun kita juga menyesuaikan dengan agenda Ketua Umum. Karena itu, kabupaten harus segera menyelesaikan Musda agar ketika waktunya tiba, seluruh proses dapat dilakukan secara bersamaan,” terang Ferry. (ALW/ON).



