Orideknews.com, MANOKWARI – Generasi millenial diajak untuk mengambil peran strategis dalam pengembangan di bidang pertanian, sebagai upaya menyelesaikan berbagai persoalan kedaulatan pangan nasional.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Tanamanan Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Provinsi Papua Barat, Dr. Ir. Yacob S. Fonataba, M.Si, dalam kuliah umum pada Sabtu, (13/4/2019) di Aula Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari.
Kuliah umum tersebut dihadiri sebanyak 300 mahasiswa Polbangtan Manokwari dan nampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam sambutan kegiatan, Direktur Polbangtan Manokwari, drh. Purwanta, M.Kes., mengatakan rencana kedepan Polbangtan Manokwari dalam mewujudkan ketahanan pangan. “Polbangtan Manokwari sendiri, memilik lahan kosong seluas 40 hektar yang rencananya akan ditanam tanaman perkebunan andalan Papua Barat,” kata Purwanta.
Dijelaskan, tanaman-tanaman tersebut terdiri dari kelapa sawit, kakao, dan pala. Dengan adanya Program Studi baru yakni Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan, Polbangtan Manokwari berencana mengembangkan budidaya kakao di lahan Praktik Andai Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Sementara, Kadis TPHBun Papua Barat menyikapi rencana yang disampaikan oleh Direktur Polbangtan Manokwari dengan positif. “Nama lain Papua Barat yaitu provinsi konservasi, konservasi ini menjadi momentum kita bersama untuk mewujudkan ketahanan pangan,” ujar dia.
Bertema “Prospek dan Permasalahan Pengembangan Tanaman Pangan dan Hortikultura dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Pangan”, Kadis TPHBun Papua Barat mengawali kuliah umum dengan materi “Kebijakan Pembangunan Pertanian Tahun 2015 hingga 2019.” Sawit, kopi, dan kakao, komoditi khas Papua Barat yang terus dipantau pergerakannya dalam skala nasional.
Khusus untuk kakao atau coklat, Kadis TPHBun Kementan mengajak para generasi milenial untuk terus bangga dengan produk unggulan Distrik Ransiki ini. Pasalnya, kala Kadis TPHBun Kementan melakukan lawatan ke Ibukota, disuguhkan minuman coklat dari berbagai wilayah di Indonesia, dan ternyata coklat terbaik berasal dari Papua Barat.
