Orideknews.com, MANOKWARI, – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 tahun 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) dan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis di Yayasan Papua Meriba Sejahtera, Panti Asuhan Kristen Fajar Timur, Kampung Mubri, Wariori, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang diprakarsai Seksi Imunisasi dan Surveilans Dinkes Papua Barat ini menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak yang berada di lingkungan panti asuhan.
Dalam kegiatan tersebut, Dinkes Papua Barat menyerahkan sejumlah bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari. Bantuan yang diberikan meliputi sepatu, pakaian layak pakai, sabun mandi, sikat gigi, mi instan, telur, bawang merah, bawang putih, kecap, gula, teh, beras, susu, hingga minyak goreng.
Selain penyerahan bantuan, tim kesehatan juga memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis atau Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada anak-anak panti asuhan, mulai dari bayi, balita hingga anak usia sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Seksi Imunisasi dan Surveilans, Billy G. Makamur, Pengelola Program Imunisasi Dinkes Papua Barat, Hendrik Marisan, serta sejumlah staf.
Alwan mengatakan, peringatan HKN ke-62 tahun ini tidak diisi dengan banyak kegiatan seremonial. Hal tersebut mempertimbangkan kondisi daerah maupun situasi negara saat ini. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan bakti sosial dan pelayanan kesehatan di Panti Asuhan Kristen Fajar Timur merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian Dinkes Papua Barat, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.
“Memperingati HKN ke-62 ini memang tidak banyak kegiatan seremonial yang kami lakukan, karena melihat kondisi daerah dan negara saat ini. Namun, kegiatan bakti sosial seperti ini tetap bisa kami laksanakan dengan harapan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, kegiatan tersebut memiliki nilai tersendiri karena sebagian besar penghuni panti asuhan merupakan Orang Asli Papua (OAP). Dengan demikian, kehadiran Dinkes Papua Barat diharapkan dapat memberikan perhatian sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan akses pelayanan kesehatan.
Alwan berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian sosial dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini.
“Kami ingin menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan tidak hanya dilakukan melalui program dan pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga dengan menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian secara langsung,” tambah Alwan. (ALW/ON).
