
Orideknews.com, MANOKWARI, – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat bersama Unit Donor Darah (UDD) PMI Papua Barat menggelar aksi donor darah untuk membantu memenuhi kebutuhan darah yang mencapai 30 hingga 50 kantong per hari di Papua Barat.
Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut HUT Bank Mandiri ke-28 itu berlangsung di Gedung PKK, Arfai, Manokwari, Rabu (2/9/2026), dengan mengusung tema “Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untukmu.”
Kepala UDD PMI Papua Barat sekaligus Kepala Bidang Jaminan Kesehatan Dinas Kesehatan Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, Sp.B., FINACS, mengatakan aksi donor darah tersebut menjadi wujud nyata kepedulian kepada masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan transfusi darah.
“Kegiatan kita hari ini adalah donor darah dalam rangka ulang tahun Bank Mandiri ke-28. Kita punya tema ‘Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untukmu’. Artinya, dengan donor darah kita bisa membantu orang, terutama orang sakit,” ujar Alwan.
Menurutnya, kebutuhan darah di Papua Barat masih tergolong tinggi. Dalam sehari, kebutuhan darah diperkirakan mencapai 30 hingga 50 kantong.
Namun, stok yang tersedia tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam kondisi tertentu, UDD PMI terpaksa mengandalkan donor pengganti ketika stok darah berada pada kondisi kritis.
“Kita tahu bahwa kebutuhan darah dalam sehari untuk Papua Barat kurang lebih 30 sampai 50 kantong darah. Kadang-kadang juga tidak bisa mencukupi sehingga kita memakai donor pengganti karena stok mengalami kritis,” ungkapnya.
Alwan menjelaskan, tingginya kebutuhan darah dipengaruhi berbagai kondisi medis, antara lain kasus demam berdarah, ibu melahirkan dengan anemia, korban kecelakaan yang mengalami perdarahan hingga pasien yang menjalani cuci darah.
Karena itu, menurutnya, setiap kantong darah yang disumbangkan masyarakat memiliki arti besar bagi keselamatan pasien.
“Jadi satu langkah dari bapak ibu yang datang ini, kita memberikan harapan kepada pasien-pasien yang butuh donor darah agar bisa terselamatkan,” katanya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat atas dukungannya terhadap berbagai kegiatan kemanusiaan PMI Papua Barat yang diketuai Mohammad Lakotani.
Alwan juga berterima kasih kepada Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Sebagai Kabid Jamkes sekaligus Kepala UDD PMI, saya sangat berterima kasih atas bantuan pemerintah yang bukan hanya untuk donor darah saja, tetapi juga kegiatan PMI atau kegiatan kemanusiaan lainnya, seperti bantuan kebakaran, bencana, termasuk bantuan-bantuan yang mengharuskan PMI tanggap memberikan pertolongan,” ucapnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada Bank Mandiri yang menginisiasi kegiatan sosial tersebut.
Ke depan, Dinas Kesehatan dan PMI Papua Barat berencana mengintegrasikan kegiatan donor darah dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
“Kami akan usahakan dua bulan sekali melalui kegiatan cek kesehatan sehingga kita bisa mengetahui status kesehatan masyarakat Papua Barat secara keseluruhan,” ujarnya.
Terkait lokasi pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis, Alwan mengatakan masih dalam tahap perencanaan. Dari lebih dari 200 ribu masyarakat yang menjadi sasaran, pihaknya berharap sedikitnya 50 persen dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Alwan menyebut terdapat tiga tujuan utama pelaksanaan donor darah tersebut, yakni membantu memenuhi kebutuhan stok darah, menumbuhkan budaya donor darah sukarela, serta mendorong masyarakat menjadi pendonor rutin.
“Pertama untuk memenuhi kebutuhan darah. Kedua menumbuhkan budaya donor sukarela. Jadi kita tidak harus cari-cari, tetapi mereka bisa datang dan secara sukarela mendonor. Ketiga, mereka bisa rutin untuk mendonor,” jelasnya.
Ia mengatakan masyarakat yang ingin mendonorkan darah harus memenuhi sejumlah persyaratan kesehatan. Pendonor minimal berusia 17 tahun dan maksimal 62 tahun serta memiliki berat badan minimal 45 kilogram.
Sebelum melakukan donor, calon pendonor akan menjalani pemeriksaan tekanan darah dan kadar hemoglobin untuk memastikan kondisi kesehatannya memenuhi syarat.
“Kita pastikan dengan cek tensi dan kadar hemoglobin. Misalnya dia hipertensi, hipotensi, atau mungkin anemia,” katanya.
Alwan turut mengapresiasi antusiasme aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI dan Polri yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya lihat keterlibatan ASN sangat luar biasa, kami sangat bangga. Mereka punya respect dan respons untuk membantu donor darah bagi kemanusiaan. Tidak hanya ASN, tetapi ada keterlibatan aparat TNI/Polri ketika mendapat informasi donor darah,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menargetkan sebanyak 200 pendonor. Berdasarkan pantauan di lokasi, lebih dari 100 kantong darah telah berhasil dikumpulkan, sementara lebih dari 100 calon pendonor lainnya masih mengantre untuk menjalani pemeriksaan dan mendonorkan darah.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Alwan berharap jumlah kantong darah yang berhasil dikumpulkan dapat melampaui target.
“Kalau bisa 300 atau 500,” katanya.
Ia kembali mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari kepedulian sosial dan kemanusiaan, mengingat darah tidak dapat diproduksi secara buatan dan sepenuhnya bergantung pada kesediaan manusia untuk mendonor.
“Darah tidak bisa dibuat di pabrik, tetapi hanya bisa didapat dari uluran tangan bapak dan ibu. Jangan tunggu jadi pasien dulu baru butuh darah, tetapi jadilah pendonor sebelum dibutuhkan. Dari Kabupaten Manokwari, kita menjadi penggerak utama dalam membantu menyelamatkan nyawa orang,” pungkasnya. (ALW/ON)
