Orideknews.com, MANOKWARI, – Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP), Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., menyatakan pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum pembentukan karakter, integritas, dan kebersamaan.
Hal itu disampaikan Dr. Filep Wamafma, Senin, (10/8/26) saat membuka kegiatan PKKMB yang diikuti 776 calon mahasiswa dan mahasiswi baru IHTP.
Menurutnya, PKKMB harus menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai integritas, inovasi, serta membangun hubungan yang baik antara mahasiswa baru, mahasiswa senior, dan seluruh sivitas akademika.
“PKKMB ini bukan sesuatu yang seremonial, tetapi sesuatu yang bermakna. PKKMB menjadi ruang untuk menguji dan menjaga diri, menjaga marwah masing-masing, tetapi juga menjaga marwah Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua,” ujar Filep.
Ia menegaskan, pelaksanaan PKKMB tidak boleh lagi menggunakan pendekatan perpeloncoan, kekerasan maupun tindakan kasar terhadap mahasiswa baru.
“PKKMB hari ini harus penuh dengan humanis, penuh dengan canda, tawa dan keakraban seperti satu keluarga. Tidak ada lagi yang disebut perpeloncoan, kekerasan atau hal-hal yang kasar,” tegasnya.
Rektor juga mengingatkan mahasiswa senior agar tidak menggunakan statusnya untuk melakukan tindakan berlebihan terhadap mahasiswa baru. Sebaliknya, seluruh peserta PKKMB diminta membangun hubungan yang dilandasi kejujuran, kewibawaan dan martabat.
“Kita sama-sama datang ke sini untuk membimbing, membina, mengajar dan membangun silaturahmi yang kuat antara satu dengan yang lainnya,” katanya.
Kepada mahasiswa baru, Filep mengatakan bahwa memasuki perguruan tinggi merupakan momentum bersejarah dalam perjalanan hidup. Para mahasiswa datang dengan membawa harapan, cita-cita dan impian untuk masa depan.
Ia mengingatkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki moral dan karakter yang kuat.
“Cerdas secara akademik tidak cukup kalau tidak didukung oleh moral dan karakter,” ujarnya.
Menurutnya, pemimpin masa depan harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif dan adaptif terhadap perkembangan informasi dan teknologi. Selain itu, mahasiswa juga harus mampu menciptakan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Mahasiswa hari ini adalah pemimpin masa depan. Pemimpin masa depan harus mampu berpikir kritis, kreatif, adaptif dan mampu menciptakan solusi,” katanya.
Filep juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam sekat-sekat program studi. Mahasiswa hukum, ilmu pemerintahan maupun manajemen rekayasa merupakan bagian dari satu keluarga besar IHTP.
“Di sini tidak ada mahasiswa hukum, tidak ada mahasiswa ilmu pemerintahan, tidak ada mahasiswa manajemen rekayasa. Di sini adalah mahasiswa Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua,” tegasnya.
Lebih lanjut, Filep menyampaikan bahwa mahasiswa datang ke kampus bukan hanya untuk mendapatkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter, membangun jaringan, memperluas pengetahuan dan pengalaman, serta menjadi pribadi yang mampu memberikan perubahan.
“Jadikan kampus sebagai rumah untuk mengubah nasib dan masa depan Anda serta desa Anda,” pesannya.
Ia meminta mahasiswa baru tidak takut menghadapi tantangan selama menjalani pendidikan. Setiap mahasiswa, kata dia, pasti akan menghadapi hambatan dan persoalan dalam perjalanan akademiknya.
“Jangan takut gagal. Jangan takut malu bertanya. Jangan malas belajar dan jangan mudah menyerah, apalagi kehilangan integritas,” tegas Filep.
Ia berharap para mahasiswa nantinya tidak hanya berhasil memperoleh gelar akademik, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi masyarakat Papua, bangsa dan negara.
“Ketika nanti Anda menjadi seorang sarjana, ingat pesan saya. Jadilah orang yang bermanfaat bagi masyarakat Papua, bagi bangsa, bagi suku-suku di Tanah Papua, tetapi juga bermanfaat bagi bangsa dan negara Republik Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor IHTP secara resmi menyambut 776 calon mahasiswa dan mahasiswi baruuntuk mengikuti rangkaian PKKMB sebagai bagian dari proses awal memasuki kehidupan akademik di perguruan tinggi.
“PKKMB harus menjadi awal yang baik bagi mahasiswa untuk membangun karakter, integritas, inovasi dan semangat kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar IHTP,” pesannya. (ALW/ON).