Orideknews.com, MANOKWARI, – Pemerintah Provinsi Papua Barat membuka peluang investasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kabupaten Manokwari sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah sekaligus penyediaan energi listrik.
Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani mengatakan, rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Pemerintah Provinsi Papua Barat ke Provinsi Anhui, China. Dalam kunjungan itu, rombongan melihat secara langsung sistem pengelolaan sampah yang telah diterapkan hingga mampu menghasilkan energi listrik.
Menurut Lakotani, sejumlah kota di Provinsi Anhui berhasil menerapkan konsep pengelolaan sampah yang terintegrasi sehingga tidak lagi ditemukan penumpukan sampah di kawasan perkotaan.
“Di beberapa kota di Provinsi Anhui itu nol sampah. Kita tidak akan menemukan sampah karena sampah-sampah itu diambil, dikumpulkan, lalu digunakan sebagai pembangkit listrik untuk kepentingan masyarakat dan pemerintah,” ujar Lakotani.
Ia menilai sistem tersebut tidak hanya menghasilkan energi, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama calon investor dan PT Conch, akan menurunkan tim teknis ke Manokwari untuk melakukan survei lapangan. Tim tersebut akan menghitung volume produksi sampah harian sebagai dasar penyusunan studi kelayakan (feasibility study) proyek pembangunan PLTSa.
“Hasil survei akan menentukan apakah jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari mencukupi untuk mendukung operasional pembangkit listrik tersebut,” katanya Sabtu, (11/7/26).
Lakotani menjelaskan, pembangunan PLTSa tidak membutuhkan lahan yang luas. Berdasarkan pengalaman di Anhui, fasilitas pengolahan sampah dapat dibangun di kawasan industri atau pabrik dan dimanfaatkan untuk memasok kebutuhan listrik masyarakat.
Ia menyebut, komunikasi antara Pemerintah Provinsi Papua Barat dan pihak investor hingga kini masih terus berlangsung melalui koordinasi dan surat-menyurat. Pemerintah berharap survei teknis yang akan dilakukan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai potensi proyek tersebut.
“Keputusan mengenai kelanjutan investasi ini nantinya akan didasarkan pada hasil survei, terutama terkait jumlah penduduk dan volume sampah yang dihasilkan di Manokwari,” ujar Lakotani. (ALW/ON).