BerandaEkonomi & BisnisFIRST Kasuari 2026 Resmi Dibuka, BI Papua Barat Kampanyekan Cinta Rupiah dan...

FIRST Kasuari 2026 Resmi Dibuka, BI Papua Barat Kampanyekan Cinta Rupiah dan Transaksi Digital Aman

- Advertisement -spot_img

Orideknews.com, MANOKWARI, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat resmi membuka Festival Rupiah dan Sistem Pembayaran Digital (FIRST) Kasuari 2026 di Manokwari City Mall, Jumat (10/7/2026). Festival yang berlangsung selama 10–12 Juli 2026 ini menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia memperkuat edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah sekaligus mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran di Papua Barat.

Pembukaan festival dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat Yohan Agusta Harmawan, Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani, serta Wakil Bupati Manokwari H. Mugiyono.

Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Yohan Agusta Harmawan, mengatakan penyelenggaraan FIRST Kasuari 2026 merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai sistem pembayaran digital yang aman dan efisien.

Menurutnya, pada 2026 penguatan edukasi CBP Rupiah dilakukan melalui pendekatan ATLAS (Amplifikasi, Transformasi, dan Kolaborasi). Pendekatan tersebut dirancang untuk memperluas jangkauan edukasi, menghadirkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis digital, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Melalui FIRST Kasuari 2026 kami mengangkat tema Rupiah Menginspirasi, Generasi Berprestasi, Digitalisasi Mengakselerasi. Kami ingin melihat generasi muda Papua Barat tumbuh menjadi generasi yang mencintai bangsanya, bangga menggunakan rupiah, cerdas memanfaatkan teknologi digital, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Yohan.

Ia menjelaskan, kampanye CBP Rupiah mengajak masyarakat untuk mencintai rupiah dengan menjaga keaslian dan merawat uang, bangga menggunakan rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa, serta memahami fungsi rupiah dalam mendukung aktivitas perekonomian nasional.

Selain edukasi mengenai uang tunai, Bank Indonesia juga memperkenalkan berbagai inovasi sistem pembayaran digital, seperti QRIS, BI-FAST, elektronifikasi transaksi, hingga penguatan perlindungan konsumen melalui kampanye transaksi digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal (CERMAT).

Selama tiga hari penyelenggaraan, masyarakat dapat mengikuti beragam kegiatan edukatif dan kompetitif, di antaranya talkshow literasi keuangan, lomba kreator konten, pemilihan Duta Cilik dan Duta Muda CBP Rupiah, lomba dongeng, cerdas cermat, mewarnai, ranking satu, donor darah bekerja sama dengan PMI, serta hiburan pada malam penutupan.

Pada kesempatan tersebut, BI Papua Barat juga meluncurkan Buku Cerita Rupiah dari Bumi Kasuari, yang memuat kisah-kisah karya anak-anak dari Papua Barat dan Papua Barat Daya mengenai pengalaman mereka berinteraksi dengan rupiah.

“FIRST Kasuari merupakan bagian dari perjalanan menuju Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026 di Jakarta sekaligus wujud komitmen Bank Indonesia memperluas edukasi CBP Rupiah di wilayah timur Indonesia,” kata Yohan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani mengapresiasi penyelenggaraan FIRST Kasuari 2026 sebagai bentuk sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Menurutnya, berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari edukasi rupiah, digitalisasi sistem pembayaran, Pojok Rupiah, talkshow, hingga pameran UMKM binaan, akan semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, literasi masyarakat terhadap digitalisasi sistem pembayaran menjadi sebuah keniscayaan yang harus terus didorong, termasuk di Papua Barat. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperluas akses masyarakat, pelaku UMKM, dan generasi muda terhadap layanan keuangan digital yang aman, mudah, dan terpercaya,” ujar Lakotani.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Papua Barat akan terus mendukung berbagai program Bank Indonesia, terutama dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi daerah, serta mempercepat digitalisasi ekonomi dan keuangan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lakotani juga mengajak pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, dan seluruh masyarakat memanfaatkan FIRST Kasuari 2026 sebagai sarana edukasi, kolaborasi, dan inovasi agar semakin memahami pentingnya merawat rupiah serta memanfaatkan teknologi pembayaran digital secara bijak dalam kehidupan sehari-hari. (ALW/ON)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini