Orideknews.com, Manokwari, – Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Thomas O. Saghawari, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya melalui program Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) yang menyasar wilayah terpencil.
Thomas menjelaskan, dirinya baru dilantik pada 13 Februari 2026 sebagai Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, setelah sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas sekretaris serta Kepala Subbagian Keuangan.
Meski posisi tersebut tergolong baru, ia mengaku telah memiliki pemahaman awal terkait program-program kesehatan karena sebelumnya terlibat dalam proses penganggaran.
“Memang ini hal baru bagi saya, tetapi karena sebelumnya di keuangan, saya cukup mengetahui program-program di tiap bidang. Sekarang saya terus belajar dan mendalami agar bisa menjawab kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu program prioritas yang sejalan dengan visi misi Gubernur Papua Barat adalah Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB). Program ini dirancang untuk menjangkau masyarakat di kampung-kampung yang sulit mengakses fasilitas kesehatan seperti puskesmas maupun rumah sakit.
“PKB ini menyasar daerah-daerah yang tidak terjangkau layanan reguler. Kita turun langsung ke kampung dengan melibatkan berbagai bidang, mulai dari kesehatan masyarakat, pencegahan penyakit, hingga sumber daya manusia kesehatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan dalam program ini mencakup upaya promotif, preventif, dan kuratif. Selain pelayanan pengobatan, tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar mampu menjaga kesehatan secara mandiri setelah tim kembali.
“Harapannya setelah kita tinggalkan, masyarakat punya pemahaman yang cukup untuk menjaga kesehatan mereka, karena akses ke fasilitas kesehatan masih terbatas,” katanya.
Program tersebut juga melibatkan tenaga dokter spesialis, termasuk spesialis anak, guna memberikan pelayanan yang lebih komprehensif, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.
“Ini mungkin hal baru bagi masyarakat di kampung, kehadiran dokter spesialis tentu sangat membantu. Walaupun anggarannya terbatas, ini menjadi model yang diharapkan bisa diikuti oleh kabupaten,” tambahnya. (ALW/ON).



