Orideknews.com, MANOKWARI, – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat melakukan pengendalian nyamuk dewasa melalui penyemprotan dinding bangunan menggunakan metode Indoor Residual Spraying (IRS) dan fogging di sejumlah lokasi pemondokan peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV Tahun 2026.
Khusus untuk fogging, pelaksanaannya dilakukan pada malam hari guna menyesuaikan pola aktivitas nyamuk Anopheles yang umumnya aktif mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WIT. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan PESPARAWI Nasional XIV di Manokwari.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, Sp.B, FINACS, mengatakan pihaknya telah menyusun jadwal inspeksi kesehatan lingkungan sekaligus pengendalian vektor penyakit di sejumlah lokasi pemondokan peserta yang akan digunakan selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan pemeriksaan dan pengendalian vektor dilaksanakan pada 12 hingga 15 Juni 2026 dengan melibatkan petugas kesehatan lingkungan provinsi, petugas program malaria puskesmas, serta tenaga teknis terkait.
Pada 12 Juni, tim melakukan pemeriksaan kesehatan lingkungan dan pengendalian vektor di Balai Diklat Koperasi dan PGGP di kawasan Sowi. Kegiatan serupa dilanjutkan pada 13 Juni di Papua Shalom Sogun dan Sekolah Alkitab yang berada di wilayah Sowi Gunung dan Arfai. Sementara pada 15 Juni, inspeksi kesehatan lingkungan dilakukan di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua Barat di kawasan Andai, Manokwari Selatan.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Papua Barat, Owira Indou, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh lokasi pemondokan peserta memenuhi standar kesehatan lingkungan sebelum kedatangan kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kebersihan lingkungan, kondisi sanitasi, kualitas air bersih, serta memetakan potensi perkembangbiakan nyamuk dan vektor penyakit lainnya. Ini penting agar peserta dapat tinggal dengan aman dan nyaman selama mengikuti PESPARAWI,” ujarnya.
Menurut Owira, seluruh penginapan non-hotel yang digunakan sebagai tempat tinggal peserta wajib mendukung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan lingkungan dan fogging. Setiap lokasi nantinya akan memperoleh berita acara pemeriksaan kesehatan lingkungan, checklist pra-event, serta surat laik sehat sementara sebagai syarat kelayakan penggunaan selama kegiatan berlangsung.
“Tujuan utama kami adalah menjamin kesehatan dan keselamatan seluruh peserta, tamu VVIP, panitia, dan masyarakat selama pelaksanaan PESPARAWI XIV. Kami ingin memastikan kegiatan ini berlangsung sukses tanpa gangguan kesehatan lingkungan yang dapat menimbulkan risiko penyakit,” katanya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Program Malaria Dinas Kesehatan Papua Barat, Zulhedi Hasanussy, menjelaskan bahwa pengendalian vektor penyakit dilakukan melalui dua metode utama, yakni pengendalian jentik nyamuk dan pengendalian nyamuk dewasa.
Pengendalian jentik dilakukan dengan menelusuri serta memberantas lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Untuk nyamuk malaria jenis Anopheles, pemeriksaan difokuskan pada kolam dan genangan air yang dapat menjadi habitat larva. Sedangkan untuk nyamuk Aedes aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD), pemeriksaan dilakukan pada berbagai tempat penampungan air, baik di dalam maupun di luar ruangan.
Zulhedi menjelaskan, berdasarkan hasil survei kepadatan nyamuk, puncak aktivitas nyamuk Anopheles terjadi pada pukul 19.00 hingga 22.00 WIT. Karena itu, fogging dilaksanakan sekitar pukul 19.00 hingga 20.00 WIT agar lebih efektif menekan populasi nyamuk dewasa yang berpotensi menularkan malaria.
“Dengan pengendalian vektor yang dilakukan secara terpadu, kami berharap risiko penularan malaria maupun DBD dapat ditekan sehingga lingkungan pemondokan peserta dan lokasi kegiatan tetap aman, sehat, dan nyaman selama pelaksanaan PESPARAWI Nasional XIV,” ujarnya. (ALW/ON).



