Top 5 This Week

Related Posts

Inflasi Papua Barat Maret 2026 Capai 0,05 Persen, Sorong Tertinggi di PBD

Orideknews.com, Manokwari – Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat mencatat inflasi di Provinsi Papua Barat pada Maret 2026 sebesar 0,05 persen secara bulanan (month-to-month).

Kepala BPS Papua Barat, Merry, menyampaikan hal tersebut dalam rilis resmi di kantornya, Rabu (1/4/26).

“Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 110,04 pada Februari 2026 menjadi 110,10 pada Maret 2026,” ujarnya.

Secara tahunan (year-on-year), Papua Barat mengalami inflasi sebesar 3,51 persen, sementara secara tahun kalender (year-to-date) tercatat deflasi sebesar 2,58 persen.

Sementara itu, di Provinsi Papua Barat Daya, inflasi bulanan tercatat lebih tinggi, yakni 1,04 persen, dengan kenaikan IHK dari 107,21 menjadi 108,33. Secara tahunan, inflasi mencapai 4,09 persen, dan secara tahun kalender sebesar 0,66 persen.

Merry menjelaskan, dari seluruh wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi tertinggi terjadi di Kota Sorongsebesar 1,35 persen (mtm).

Disusul Kabupaten Sorong sebesar 0,38 persen dan Kabupaten Sorong Selatan sebesar 0,20 persen.

“Seluruh wilayah IHK di Papua Barat dan Papua Barat Daya pada Maret 2026 mengalami inflasi,” jelasnya.

Untuk Papua Barat, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Manokwari sebesar 0,05 persen. Menurut Merry, inflasi di Papua Barat terutama dipicu oleh kelompok pakaian dan alas kaki yang mengalami inflasi sebesar 1,85 persendengan andil 0,08 persen.

Komoditas yang berkontribusi di antaranya, Celana panjang jeans pria, Baju muslim wanita

dan Ongkos jahit. Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami deflasi sebesar 0,29 persen.

Komoditas penyumbang deflasi antara lain Tomat, Ikan tuna dan Minyak goreng Namun,  beberapa komoditas masih mendorong inflasi, seperti Cabai rawit, Bensin, Ikan layang (momar), Emas perhiasan dan Ikan kakap merah.

Berbeda dengan Papua Barat, inflasi di Papua Barat Daya didominasi kelompok makanan, minuman, dan tembakaudengan inflasi sebesar 3,05 persen dan andil 1,22 persen.

Rinciannya, Kota Sorong inflasi 4,28 persen (andil 1,63 persen), Kabupaten Sorong inflasi 0,77 persen (andil 0,32 persen) dan Kabupaten Sorong Selatan inflasi 0,29 persen.

Komoditas utama penyumbang inflasi meliputi, Cabai rawit, Ikan tuna, Ikan kembung, Ikan teri dan Cabai merah.

Merry menyebutkan, secara umum inflasi Maret 2026 menunjukkan pembalikan dari kondisi Februari yang mengalami deflasi.

“Meski terjadi inflasi, namun tingkatnya masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” katanya. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles