Orideknews.com, Manokwari — Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) mulai menyusun naskah soal Ujian Sekolah untuk jenjang SD dan SMP Tahun 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Manokwari sejak Selasa, (31/3/26) dan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan peran guru.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pegaf, Deny Agustinus Ngutra, menegaskan bahwa guru memiliki posisi penting sebagai ujung tombak peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, selama ini potensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kreativitas guru harus kita fungsikan kembali. Melalui komunitas MGMP dan KKG, kita dorong mereka mampu menyusun soal ujian secara mandiri dan berkualitas,” ujar Deny saat membuka kegiatan.
Ia menjelaskan, selain penyusunan soal ujian, para guru juga didorong menyiapkan perangkat pembelajaran secara lengkap, termasuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hal ini diharapkan mampu mengubah pola mengajar menjadi lebih profesional dan terstruktur.
“Ini terobosan baru agar guru tidak hanya mengandalkan buku, tetapi memiliki kesiapan mengajar yang matang,” katanya.
Deny menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan di Pegaf harus dimulai dari kesiapan tenaga pendidik dalam menguasai seluruh perangkat ajar. Dengan demikian, standar pelayanan pendidikan kepada siswa dapat semakin meningkat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengumumkan kebijakan pemberian insentif bagi guru sebesar Rp500.000 per bulan mulai tahun 2026. Kebijakan ini tetap dijalankan meski kondisi anggaran daerah tengah mengalami defisit.
“Kami minta guru tetap konsisten menjalankan tugas. Jika kesejahteraan meningkat, maka kedisiplinan dan kehadiran di sekolah juga harus ditingkatkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Pegaf, Yesaya Saiba, melaporkan kegiatan ini diikuti oleh 38 tenaga pendidik, terdiri dari 18 guru penyusun soal tingkat SD dan 20 guru tingkat SMP.
“Kegiatan berlangsung selama tiga hari hingga Kamis (2/4/2026), dengan target naskah soal sesuai kurikulum dan siap digunakan sebelum pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 6 April,” jelasnya.
Seluruh kegiatan ini dibiayai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Papua, khususnya di Pegunungan Arfak.
Selain itu, Dinas Pendidikan Pegaf juga memastikan program pengadaan seragam sekolah gratis bagi siswa baru jenjang SD hingga SMA/SMK. Program ini bertujuan meringankan beban orang tua sekaligus mencegah praktik pungutan liar di sekolah. (ES/ON).




