BerandaHukumKronologi WNA Belanda Diserang di Gunung Meja, Korban Alami Luka Jahitan di...

Kronologi WNA Belanda Diserang di Gunung Meja, Korban Alami Luka Jahitan di Telinga

- Advertisement -spot_img

Orideknews.com, MANOKWARI, – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manokwari, Papua Barat, mengerahkan tim khusus (timsus) dan Unit Reaksi Cepat (URC) untuk memburu pelaku penganiayaan terhadap seorang wisatawan berkebangsaan Belanda berinisial YD di kawasan Jalan Asrama Tingkat, Amban, Manokwari, Minggu sekitar pukul 11.00 WIT.

Kepala Polresta Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan mengatakan, pengerahan personel tersebut dilakukan setelah kepolisian menerima pengaduan masyarakat melalui layanan telepon 110 Polri.

“Kami turunkan timsus dan tim URC untuk buru pelaku penganiayaan satu wisatawan di Jalan Asrama Tingkat, Amban, Manokwari,” kata Ongky melalui keterangan tertulisnya.

Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan situasi dan mengevakuasi korban agar mendapatkan pertolongan medis.

Polisi juga mengumpulkan informasi serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk menelusuri keberadaan pelaku dan mengungkap secara menyeluruh peristiwa penganiayaan tersebut.

“Kami akan menangani perkara ini secara transparan, profesional, dan prosedural,” ujarnya.

Ongky menegaskan, kepolisian berkomitmen memberikan perlindungan dan pelayanan kepada seluruh masyarakat, termasuk warga negara asing (WNA) yang berada di wilayah hukum Polresta Manokwari.

Ia mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian maupun keberadaan pelaku agar segera melapor kepada aparat kepolisian. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri selama proses penanganan perkara berlangsung.

Selain mendatangi kantor polisi terdekat, masyarakat dapat memanfaatkan layanan telepon 110 Polri untuk meminta bantuan kepolisian atau melaporkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sementara itu, Rob de Vos, ahli entomologi asal Belanda sekaligus pengelola koleksi Lepidoptera (ngengat dan kupu-kupu) di Naturalis Biodiversity Center, yang dikenal melalui penelitiannya mengenai ngengat di Papua Nugini dan Indonesia, menceritakan kronologi kejadian kepada Oridek News, Minggu, (26/10/26).

Rob yang merupakan rekan korban Yunus mengatakan, peristiwa tersebut bermula ketika rombongan mereka berjalan-jalan di kawasan Cagar Alam Gunung Meja. Dalam perjalanan, mereka bertemu tiga pria yang mengendarai sepeda motor dan menunjukkan perilaku yang menurutnya mencurigakan.

Ketika rombongan melewati para pria tersebut, salah seorang di antaranya tiba-tiba bersikap agresif, menghentikan perjalanan mereka, dan berteriak-teriak.

Menurut Rob, pria tersebut kemudian mengusir rombongan dari kawasan itu. Ia juga mengklaim pria tersebut berada dalam kondisi mabuk. Namun, kondisi tersebut masih memerlukan verifikasi dari pihak berwenang.

Situasi kemudian berubah menjadi kekerasan ketika pria tersebut mulai memukul Yunus menggunakan sebatang dahan pohon yang cukup tebal. Rob mengatakan, pelaku bahkan menggunakan batu untuk menyerang korban.

“Awalnya, dia mendorong kami mundur dan menyuruh kami meninggalkan kawasan tersebut. Kemudian, dia mulai memukul menantu laki-laki saya, Yunus, menggunakan sebatang dahan pohon yang cukup tebal. Belakangan, dia bahkan menggunakan batu,” tutur Rob dalam keterangannya kepada Oridek News.

Yunus, yang disebut memiliki latar belakang olahraga tinju dan kebugaran, berusaha melindungi istrinya yang merupakan putri Rob serta anggota rombongan lainnya.

Dalam insiden tersebut, Yunus mengalami pukulan di bagian telinga dan lengan. Ia juga berusaha membela diri ketika serangan terus berlanjut.

Rob mengaku rombongan mereka merasa sangat ketakutan karena pria tersebut terus menyerang secara agresif. Sejumlah orang sempat berusaha menangkap pria itu, tetapi upaya tersebut tidak berhasil.

Rombongan kemudian mencari perlindungan di pos polisi yang berada di pintu masuk kawasan Kampus Universitas Papua (Unipa).

Rob mengapresiasi respons aparat kepolisian dan orang-orang yang membantu mereka setelah kejadian. Ia mengatakan, Yunus selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Yunus telah dibawa ke rumah sakit. Sekarang kondisinya sudah baik, tetapi luka di telinganya harus dijahit,” ungkapnya.

Rob juga menyampaikan bahwa pihak kepolisian sedang mencari pelaku. Menurut informasi yang diterimanya, polisi telah mengetahui identitas dan tempat tinggal pria tersebut. Informasi itu masih menunggu konfirmasi resmi dari kepolisian.

Meski mengalami kejadian yang menakutkan, Rob menegaskan bahwa insiden tersebut tidak mengubah pandangannya terhadap Indonesia, khususnya Papua yang menurutnya memiliki keindahan alam dan masyarakat yang ia cintai.

Ia berharap kejadian tersebut dipandang sebagai tindakan individu dan tidak digeneralisasi sebagai gambaran masyarakat Papua secara keseluruhan.

“Saya ingin menegaskan bahwa kejadian ini tidak mengubah pandangan saya terhadap Indonesia dan Papua yang indah ini. Saya mencintai masyarakat dan alamnya,” kata Rob.

Ia meyakini proses hukum akan berjalan terhadap orang yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap motif penyerangan, memastikan identitas pelaku, serta memproses perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ungkapnya. (ALW/ON).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini