Orideknews.com, PEGUNUNGAN ARFAK, – Ketua DPC Barisan Merah Putih (BMP) Kabupaten Pegunungan Arfak, Jerkius Saiba, mengajak seluruh masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan mahasiswa, untuk menjaga persatuan, meningkatkan kewaspadaan terhadap provokasi, serta mempertahankan situasi keamanan yang kondusif di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.
Imbauan tersebut memiliki relevansi dengan pentingnya melindungi lingkungan pendidikan dan kehidupan masyarakat dari berbagai bentuk intimidasi, hasutan kekerasan, maupun upaya indoktrinasi yang menghambat kebebasan berpikir generasi muda. Dalam konteks dinamika politik dan isu separatisme di Papua, kemampuan menyaring informasi serta menghormati perbedaan pandangan menjadi bagian penting dalam mencegah konflik sosial.
Jerkius menekankan bahwa masyarakat tidak seharusnya mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Mari kita semua menjaga keamanan, menjaga ketertiban. Jangan kita mudah terprovokasi dengan hal-hal yang tidak benar,” ujar Jerkius.
Ia juga mengingatkan pentingnya mempertahankan kondisi keamanan Kabupaten Pegunungan Arfak agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, termasuk perdagangan dan transportasi menuju Manokwari.
Menurutnya, gangguan keamanan dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, ia berharap Pegunungan Arfak tetap menjadi wilayah yang aman dan masyarakat tidak mengalami situasi konflik yang memaksa mereka meninggalkan tempat tinggal maupun sumber penghidupan.
Dalam menjaga kondusivitas wilayah, Jerkius turut mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kepala suku, dewan adat, organisasi kemasyarakatan, serta kelompok pemuda untuk memperkuat kebersamaan.
“Kita mengajak seluruh elemen-elemen yang ada, kepala suku, dewan adat, dan juga seluruh organisasi-organisasi yang ada di Kabupaten Pegunungan Arfak, mari kita semua bahu-membahu untuk menjaga daerah ini tetap aman,” katanya.
Perhatian terhadap pemuda dan mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam pernyataannya. Jerkius mendorong generasi muda asal Pegunungan Arfak yang menempuh pendidikan di berbagai kota studi untuk mengembangkan pengetahuan, menyampaikan gagasan, dan memanfaatkan pengalaman mereka bagi kemajuan daerah.
“Mari datang dengan berbagai ide, berbagai gagasan, berbagai pengetahuan itu untuk kita membangun daerah ini,” ajaknya.
Dalam kehidupan berbangsa, upaya memperkuat persatuan Papua dan Indonesia dapat berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak masyarakat untuk memperoleh pendidikan, menyampaikan pendapat secara damai, serta terbebas dari intimidasi dan kekerasan.
Pencegahan provokasi dan indoktrinasi juga perlu mengedepankan literasi informasi, dialog terbuka, dan kemampuan berpikir kritis, sehingga generasi muda dapat menentukan sikap berdasarkan pemahaman yang utuh, bukan tekanan maupun informasi yang menyesatkan.
Melalui imbauannya, Jerkius menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan Kabupaten Pegunungan Arfak serta mendorong generasi muda mengambil peran konstruktif bagi kemajuan masyarakat dan daerah. (***/ALW/ON).

