Orideknews.com, MANOKWARI, – Senator Papua Barat sekaligus Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., mengajak gereja mengambil peran lebih besar dalam memperjuangkan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan generasi muda Papua di tengah berbagai persoalan sosial yang semakin kompleks.
Pesan tersebut disampaikan Filep saat menghadiri kegiatan bersama warga Jemaat Petrus Amban, Manokwari, sekaligus menyerahkan bantuan kepada panitia pelaksana Sidang Jemaat ke-34 pada hari ini, Kamis (22/10/2026).
Dalam kesempatan ini, Filep menegaskan bahwa selain memiliki tanggung jawab dalam pelayanan spiritual, gereja juga bertanggung jawab secara moral dan sosial untuk memastikan anak-anak Papua memperoleh kesempatan pendidikan dan kehidupan yang lebih baik.
“Peran gereja sangat penting. Selain memperkuat soliditas internal, gereja juga turut berperan memikirkan masa depan anak-anak jemaat. Jangan sampai kita memiliki gedung gereja yang megah, tetapi anak-anak kita tidak mampu bersekolah dan melanjutkan pendidikan karena kondisi kemiskinan,” ujar Filep.
Filep lantas mengingatkan bahwa Papua masih menghadapi persoalan serius terkait kemiskinan, kualitas sumber daya manusia, dan ketimpangan akses pelayanan dasar. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Papua belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pembangunan manusia dan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan yang layak.
Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, termasuk lembaga keagamaan yang memiliki kedekatan langsung dengan kehidupan masyarakat.
“Papua memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tetapi kita masih menghadapi masalah kemiskinan dan keterbatasan pendidikan. Karena itu, gereja harus ikut merawat generasi agar anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap mendapatkan kesempatan untuk sekolah dan kuliah,” tegasnya lagi.
Tak hanya itu, pimpinan institute hukum itu juga menyoroti kondisi masyarakat di sejumlah wilayah pedalaman dan daerah konflik yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan, tenaga kesehatan, serta pelayanan publik. Menurutnya, pembangunan Papua selayaknya menempatkan manusia sebagai prioritas utama, bukan semata-mata menargetkan pembangunan infrastruktur dan sumber daya alam.
*Dorong Gereja Bentuk Program Beasiswa melalui Diakonia*
Dalam kesempatan tersebut, Filep mendorong Jemaat Petrus Amban mengembangkan pelayanan diakonia yang lebih berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, terutama bantuan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.
Ia mengusulkan agar gereja mulai melakukan pendataan terhadap anak-anak jemaat yang terancam putus sekolah, anak yatim piatu, serta generasi muda yang memiliki kemampuan akademik tetapi terkendala biaya pendidikan.
Menurut Filep, pelayanan diakonia tidak hanya diwujudkan melalui bantuan kebutuhan sehari-hari, tetapi perlu diarahkan pada investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi.
“Kalau kita membantu satu anak menyelesaikan pendidikan, kita sedang mempersiapkan masa depan satu keluarga. Karena itu, pelayanan diakonia harus mampu menjawab persoalan pendidikan anak-anak kita,” katanya.
Filep yang akrab disapa Pace Jas Merah itu juga membagikan pengalamannya dalam membantu pembiayaan pendidikan sekitar lima hingga sepuluh anak melalui perguruan tinggi yang dikelolanya. Ia menyampaikan bahwa sebagian pendapatannya, sekitar 10 persen, disisihkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak tersebut. Langkah itu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi warga jemaat yang memiliki kemampuan ekonomi agar peduli pada generasi muda.
*Hindari Narkoba dan HIV Hingga Dorong Program Gereja Kontributif bagi Masyarakat*
Selain pendidikan, Filep menaruh perhatian terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba, kebiasaan merokok di kalangan pelajar, serta penyebaran HIV yang dapat memengaruhi masa depan generasi muda.
Ia mengingatkan bahwa persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan aktif keluarga, gereja, sekolah, dan masyarakat. Filep meminta para orang tua meningkatkan pengawasan dan komunikasi dengan anak-anak, sekaligus mendorong gereja memperkuat edukasi kesehatan dan pembinaan generasi muda.
“Sebagai orang tua, kita wajib memberikan pengawasan bagi anak-anak kita. Tanamkan karakter kuat, beri edukasi moral dan pengetahuan agar juga terhindar dari narkoba, HIV, dan berbagai pengaruh negatif yang merupakan ancaman nyata,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan kesehatan, pencegahan penularan HIV, serta pendampingan terhadap anak-anak dan keluarga yang terdampak tanpa diskriminasi. Menurutnya, perlindungan generasi muda harus menjadi gerakan bersama yang dimulai dari lingkungan keluarga dan jemaat.
Di kesempatan yang sama, Filep berharap pelaksanaan Sidang Jemaat ke-34 Petrus Amban dapat melahirkan program yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Ia mendorong agar pendidikan anak, pemberdayaan ekonomi keluarga, kesehatan, dan perlindungan generasi muda menjadi bagian dari perhatian strategis dalam pembahasan sidang.
Sebagai Ketua Komite III DPD RI yang memiliki lingkup tugas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial, Filep menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui fungsi pengawasan dan kelembagaan DPD RI. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Amban Raya atas dukungan dan hubungan baik yang telah terbangun selama ini.
Senator Filep Wamafma di kesempatan ini juga menyerahkan bantuan berupa pakaian, tas, buku catatan, buku agenda, dan bolpoin kepada panitia Sidang Jemaat Petrus Amban. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan gereja dan persiapan pelaksanaan sidang jemaat.
“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik serta mendukung kelancaran kegiatan pelayanan jemaat. Sekali lagi, kita semua memiliki tanggung jawab bersama dalam mempersiapkan masa depan generasi muda Papua. Jadi jangan hanya mewariskan tanah dan kekayaan kepada anak-anak kita. Wariskanlah pendidikan, pengetahuan, karakter, dan masa depan yang lebih baik. Sebab, masa depan Papua sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya,” pungkas Filep.

