Home Kesehatan Dinkes Papua Barat Sosialisasikan SIHA 2.1 ke Ratusan Ratusan Nakes, dr Alwan...

Dinkes Papua Barat Sosialisasikan SIHA 2.1 ke Ratusan Ratusan Nakes, dr Alwan Ingatkan Akurasi Data HIV

Orideknews.com, MANOKWARI, – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) memperkuat kualitas pencatatan dan pelaporan layanan HIV melalui Sosialisasi Pembaruan Sistem Informasi HIV AIDS (SIHA) 2.1 bagi layanan tes dan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) HIV.

Kegiatan yang berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 di Hotel Vitta, Jalan Pasir Putih, Kabupaten Manokwari, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, Sp.B, FINACS, Selasa (20/10/2026).

Sosialisasi ini diikuti 125 peserta dari tujuh kabupaten di Papua Barat, yakni Manokwari, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Fakfak, dan Kaimana. Sebanyak 105 peserta mengikuti kegiatan secara langsung, sedangkan 20 peserta lainnya berpartisipasi melalui pertemuan daring.

Peserta terdiri atas petugas pencatatan dan pelaporan SIHA 2.1, petugas farmasi, pengelola program HIV/AIDS di tingkat provinsi dan kabupaten, serta tenaga kesehatan dari puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Dalam sambutannya, Alwan mengingatkan pentingnya peningkatan pemahaman dan keterampilan petugas dalam menggunakan SIHA 2.1 agar pencatatan serta pelaporan pelayanan HIV dapat dilakukan secara tertib, akurat, dan tepat waktu.

Ia mengingatkan agar petugas tidak menunda pencatatan dan finalisasi kunjungan hingga akhir bulan. Setiap pelayanan yang diberikan kepada pasien harus segera dicatat dalam sistem untuk meminimalkan keterlambatan dan mengurangi risiko ketidaksesuaian data.

“Data Lengkap, Laporan Tepat Waktu, Pelayanan HIV Semakin Bermutu,” menjadi pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Selain ketepatan waktu, Alwan juga meminta petugas memperkuat validasi data dengan memastikan kesesuaian antara informasi dalam aplikasi dan catatan pelayanan, termasuk data pemberian antiretroviral (ARV), pemeriksaan viral load, serta pasien yang lost to follow-up (LTFU) atau terputus dari tindak lanjut pengobatan.

Menurutnya, kualitas data sangat penting untuk mendukung pemantauan program, evaluasi pelayanan, dan pengambilan keputusan dalam penanggulangan HIV di Papua Barat.

Ia turut menekankan pentingnya koordinasi antara petugas SIHA, petugas farmasi, serta pengelola program HIV/AIDS di tingkat kabupaten dan provinsi. Koordinasi tersebut perlu dijaga, termasuk ketika terjadi pergantian petugas, agar tidak mengganggu kesinambungan pencatatan dan pelaporan.

Di sisi lain, Alwan mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan data pasien. Informasi mengenai status HIV merupakan data yang harus dilindungi, sehingga penggunaan aplikasi dan pengelolaan data wajib dilakukan secara bertanggung jawab.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang selama ini berperan dalam pelayanan bagi orang dengan HIV (ODHIV), sekaligus mendorong peningkatan komitmen dan profesionalisme dalam menjalankan program.

Kegiatan yang diselenggarakan melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Program HIV/AIDS dan Farmasi tersebut mendapat dukungan dari Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria (GF ATM) Komponen AIDS Tahun 2026.

Pelaksanaan sosialisasi menggunakan metode pemaparan materi, diskusi interaktif, demonstrasi aplikasi, praktik langsung, serta identifikasi permasalahan pencatatan dan pelaporan yang dihadapi masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui kegiatan ini, sejumlah persoalan berhasil diidentifikasi, antara lain keterlambatan input dan finalisasi data, ketidaksesuaian data pelayanan dengan sistem, keterbatasan sumber daya manusia, serta kendala akibat pergantian petugas.

Sebagai tindak lanjut, peserta menyepakati penguatan pencatatan secara rutin, pelaksanaan validasi data secara berjenjang, dan peningkatan ketepatan waktu pelaporan. Setiap fasilitas pelayanan kesehatan juga didorong menyusun rencana tindak lanjut sesuai dengan permasalahan yang ditemukan di masing-masing layanan. (ALW/ON).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here